LINTASJATIMcom, Nganjuk – Status Marsinah sebagai Pahlawan Nasional mulai membawa dampak nyata bagi kampung halamannya di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Pemerintah desa bersama warga kini menyiapkan kawasan tersebut menjadi desa wisata berbasis edukasi sejarah.
Sejumlah titik yang memiliki keterkaitan dengan sosok Marsinah, seperti museum, monumen, hingga makam, akan dikembangkan menjadi daya tarik utama. Program ini diharapkan tak hanya mengangkat nilai sejarah, tetapi juga mendorong perekonomian warga setempat.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Desa Nglundo, Mohammad Ansori, mengatakan pengembangan desa wisata akan melibatkan masyarakat secara langsung, terutama dalam menyambut rencana peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pengembangan desa wisata itu akan melibatkan masyarakat secara langsung. Harapan kami setelah Museum Marsinah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto nanti, desa kami akan banyak menerima kunjungan wisata edukasi dan sejarah perjuangan Marsinah,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurut Ansori, keberadaan fasilitas seperti museum, monumen, dan kawasan makam diyakini mampu menarik wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga, khususnya pelaku UMKM.
“Jadi ini berkahnya Marsinah menjadi pahlawan nasional, dengan keberadaan museum, monumen dan penataan kawasan makam nantinya juga membawa efek di desa, mengangkat. Nanti akan banyak pengunjung,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah desa juga merancang pemanfaatan kawasan Monumen Marsinah yang berada di tepi Jalan Raya Surabaya–Solo sebagai rest area. Di lokasi tersebut direncanakan tersedia stan untuk memasarkan produk unggulan lokal.
“Kami akan koordinasi dengan pemkab dan pihak terkait agar di Monumen Marsinah dibikin tempat rest area dan stan-stan pemasaran produk unggulan lokal. Harapannya bisa menggerakkan ekonomi warga Desa Nglundo dan sekitarnya,” imbuh Ansori.
Menjelang kunjungan Presiden yang dijadwalkan pada 2 Mei 2026, warga juga mulai melakukan berbagai persiapan secara gotong royong, termasuk pengecatan pagar dan rumah. Upaya ini didukung bantuan cat dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
“Sebagian dicat sendiri oleh masyarakat, sebagian juga kita bantu, terutama untuk warga yang tidak mampu. Tapi secara umum dilakukan oleh masyarakat secara luas,” tuturnya.
Selama ini, Desa Nglundo memang dikenal erat dengan nama Marsinah. Sejumlah fasilitas umum di desa tersebut bahkan menggunakan nama tokoh buruh tersebut, mulai dari jalan utama hingga gedung posyandu.





