LINTASJATIM.com, Trenggalek – Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Timur, Thoriqul Haq atau Cak Thoriq, menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar organisasi tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
Hal itu disampaikan dalam Resepsi Pelantikan IKA PMII Trenggalek di Gedung Pertemuan Jabal Noor, Pogalan, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Cak Thoriq mengapresiasi perkembangan organisasi di Trenggalek yang dinilai telah memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan.
“Trenggalek sudah lengkap PAC-nya. Jejaring hingga tingkat bawah ini memudahkan koordinasi dan distribusi potensi kader secara lebih terukur,” ujarnya.
Mantan Bupati Lumajang itu juga mengingatkan pentingnya adaptasi melalui analogi runtuhnya perusahaan teknologi Nokia. Menurutnya, kegagalan berinovasi dapat membuat organisasi tersingkir oleh perkembangan zaman.
“Jika IKA PMII berjalan tanpa adaptasi dan inovasi, bukan tidak mungkin akan seperti Nokia. Kita harus memikirkan tantangan 10 tahun ke depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, alumni PMII memiliki karakter khas yang dibentuk melalui proses kaderisasi berjenjang berbasis manhaj berpikir Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Di PMII tidak ada naturalisasi. Semua harus melalui proses kaderisasi dari mahasiswa, mulai Mapaba hingga jenjang lanjutan,” jelasnya.
Selain itu, Cak Thoriq juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring antaralumni, termasuk kolaborasi dengan kalangan profesional di berbagai bidang. Ia mencontohkan kebutuhan tenaga ahli seperti dokter spesialis yang bisa diisi oleh kader PMII.
“Kita harus membangun jaringan. Jika membutuhkan dokter spesialis, kita harus bisa memastikan ada kader PMII yang mengisi posisi tersebut,” katanya.
Di akhir arahannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga soliditas serta distribusi kader di berbagai sektor, baik di lembaga penyelenggara pemilu maupun bidang pengabdian lainnya.
“Jangan berebut posisi. Semua memiliki peran masing-masing dalam pengabdian. Kapasitas dan kapabilitas kader adalah modal untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.





