LINTASJATIM.com, Surabaya – Polisi menangkap seorang pemuda yang diduga mencuri perangkat penting lampu lalu lintas (traffic light) di Simpang Empat Jalan Karang Tembok, Surabaya. Aksi tersebut sempat menyebabkan lampu lalu lintas padam dan mengganggu arus kendaraan di kawasan tersebut.
Dikutip dari detikJatim.com, Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan hilangnya komponen traffic light yang diterima setelah petugas Sentral Informasi dan Traffic System (SITS) Dinas Perhubungan Surabaya mendeteksi sinyal alarm dari perangkat tersebut.
Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan boks panel traffic light dalam kondisi terbuka dan sejumlah komponen penting di dalamnya hilang.
“Kami menerima laporan terkait hilangnya komponen traffic light tersebut dan langsung melakukan penyelidikan,” kata Herry dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi mengidentifikasi seorang pria yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Pria tersebut terlihat mengenakan kaus hijau dan sarung.
Berbekal petunjuk tersebut, polisi akhirnya menangkap pelaku berinisial DAF (23), warga Wonokusumo Jaya, Surabaya. Penangkapan dilakukan di kediamannya setelah keberadaannya diketahui aparat.
“Tersangka kami amankan di rumahnya. Saat ini yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Herry.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video kondisi traffic light yang padam di Simpang Empat Jalan Karang Tembok viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat boks panel rusak dan berantakan, sementara sejumlah perangkat seperti signaling devices dan sistem hitung mundur lampu lalu lintas telah hilang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya, Beta Ramadhani, menyebut pencurian diduga terjadi pada malam hingga dini hari beberapa hari sebelum kerusakan diketahui petugas.
“Tim baru mengetahui saat lampu padam dan langsung cek ke lapangan. Ternyata kondisi boks sudah dirusak sedemikian rupa, kabel diputus, dan beberapa komponen hilang,” katanya.
Menurut Beta, pencurian tersebut bukan yang pertama terjadi di lokasi yang sama. Ia mengungkapkan bahwa kasus serupa telah terjadi tiga kali dalam rentang waktu yang berdekatan.
“Ini sudah yang ketiga kalinya. Padahal boks kontrol itu sudah kami lindungi dengan gembok dan pengaman ekstra, tapi pelaku selalu punya celah untuk menjebolnya,” ujarnya.
Selain menyebabkan gangguan lalu lintas, kerusakan lampu lalu lintas juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki yang melintas di persimpangan tersebut. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian fasilitas publik tersebut.





