LINTASJATIM.com, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Bali menjelang arus mudik Idulfitri 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiagakan kapal penarik atau tugboat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Dikutip dari detikJatim.com, langkah ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi pada periode Maret hingga April 2026.
Gelombang di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur diperkirakan mencapai ketinggian antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan kondisi cuaca di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
“Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat,” ujar Windy, Selasa (10/3/2026).
Selain menyiapkan kapal penarik, ASDP juga menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kapal yang semula beroperasi sebanyak 28 unit kini ditingkatkan menjadi 32 unit untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
“Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi,” jelasnya.
Tak hanya armada kapal, penguatan juga dilakukan pada sisi pengamanan dan pengaturan lalu lintas di pelabuhan. ASDP bersama pemangku kepentingan menyiagakan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, serta otoritas kepelabuhanan.
“Untuk mendukung kelancaran operasional, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya,” tambah Windy.
Persiapan tersebut dilakukan seiring prediksi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim mudik tahun ini. ASDP memperkirakan jumlah penumpang secara nasional pada Angkutan Lebaran 2026 bisa mencapai 5,8 juta orang dengan 1,4 juta kendaraan.
Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diperkirakan naik sekitar 10 persen, sementara kendaraan meningkat 9,3 persen dibanding periode sebelumnya. Arus sebaliknya dari Bali ke Jawa juga diproyeksikan mengalami kenaikan penumpang sekitar 9,5 persen dan kendaraan 8,7 persen.
ASDP juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui aplikasi resmi Ferizy yang dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan.
“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” pungkas Windy.





