LINTASJATIM.com, Probolinggo – Wisata Gunung Bromo masih belum dapat dikunjungi wisatawan hingga Minggu (9/8/2026). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) belum menetapkan waktu pembukaan kembali kawasan tersebut.
Dikutip dari detikJatim.com, penutupan dilakukan menyusul kebakaran yang telah membakar sekitar 520 hektare kawasan Bromo. Memasuki hari ketujuh, petugas masih menemukan sejumlah titik api sehingga kondisi dinilai belum sepenuhnya aman bagi wisatawan.
Empat jalur utama menuju kawasan Bromo ditutup total. Akses tersebut masing-masing berada di wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo.
Salah satu akses yang terdampak adalah Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Jalur ini tidak dapat digunakan wisatawan untuk menuju Kaldera Bromo.
Meski demikian, Cemoro Lawang masih dimanfaatkan sebagai lokasi koordinasi dan mobilitas tim gabungan yang menangani kebakaran. Petugas pemadam tetap menggunakan akses tersebut untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, keputusan menutup seluruh pintu masuk diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung serta potensi meluasnya kebakaran.
“Kita putuskan semua pintu ditutup karena memperhatikan keselamatan pengunjung dan membatasi akses sampai situasi memungkinkan untuk dibuka kembali,” ujar Rudijanta, Minggu (9/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, BB-TNBTS belum dapat memastikan kapan akses menuju Kaldera Bromo kembali dibuka. Wisatawan diminta menunggu pengumuman resmi hingga kawasan dinyatakan aman.
Meski akses ke Kaldera ditutup, wisatawan masih diperbolehkan melihat kawasan kawah Bromo dari sejumlah titik di luar Kaldera, seperti Cemoro Lawang dan Penanjakan 1 Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Bagi wisatawan yang sudah membeli tiket, BB-TNBTS menyediakan opsi penjadwalan ulang kunjungan atau pengembalian dana. Kebijakan tersebut diberikan selama akses wisata masih ditutup.
Sementara itu, pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan api. Hingga Minggu sore, titik api masih terlihat di sekitar Bukit P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta kawasan Gunung Dingklik dan Penanjakan 1 di Kabupaten Pasuruan.
Tiga helikopter juga masih dikerahkan dalam operasi water bombing. Air diambil dari Ranu Pani untuk kemudian dijatuhkan ke titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Seorang wisatawan asal Prancis, Axon, mengaku sempat khawatir saat melihat kobaran api di perbukitan Bromo, terutama ketika malam hari.
“Saya menyayangkan kebakaran terjadi di kawasan Bromo yang menurutku memiliki pemandangan sangat indah. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi masih terkendali dan tidak terlihat kepanikan dari wisatawan,” ujarnya dalam bahasa Inggris.
BB-TNBTS mengimbau wisatawan dan pelaku jasa wisata tidak memaksakan diri memasuki Kaldera Bromo sebelum ada keputusan pembukaan. Akses akan kembali dibuka setelah kondisi kebakaran dinyatakan aman dan tidak mengancam keselamatan pengunjung.





