Amall di Samila Beach, Mahasiswa INSYAKA Saksikan Solidaritas Muslim Thailand-Malaysia

Mahasiswa KKN-PPL Internasional INSYAKA Saksikan Solidaritas Muslim Thailand hingga Malaysia.
Mahasiswa KKN-PPL Internasional INSYAKA Saksikan Solidaritas Muslim Thailand hingga Malaysia.

LINTASJATIM.com, Thailand – Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Semester VI Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA) mengikuti kegiatan Amall di Samila Beach, Songkhla, Thailand, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik mahasiswa dalam program KKN-PPL Internasional. Selain belajar di luar ruang kelas, mahasiswa berkesempatan menyaksikan langsung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Muslim di Thailand Selatan.

Bacaan Lainnya

Amall merupakan tradisi penggalangan dana untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Hidayah, Songkhla. Kegiatan itu diikuti masyarakat Muslim dari sejumlah wilayah Thailand Selatan, seperti Pattani, Songkhla, Phatthalung, dan Narathiwat.

Solidaritas juga datang dari masyarakat Malaysia yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran warga dari berbagai wilayah menunjukkan kuatnya kepedulian lintas daerah dan negara terhadap pembangunan rumah ibadah.

Bagi mahasiswa KKN-PPL Internasional INSYAKA, Amall memberikan pengalaman mengenai praktik filantropi yang berkembang di tengah masyarakat Muslim Thailand. Penggalangan dana tidak hanya dilakukan melalui sumbangan, tetapi juga dipadukan dengan bazar dan berbagai kegiatan masyarakat.

Sejumlah pedagang membuka lapak makanan dan produk lainnya di sekitar lokasi. Mereka turut mendukung kegiatan melalui pembayaran sewa lapak yang menjadi bagian dari penghimpunan dana amal.

Masyarakat juga dapat menikmati beragam kuliner sembari berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi dan penggalangan dana berlangsung secara berdampingan.

Amall turut memberikan ruang bagi pelajar Muslim untuk mengembangkan kemampuan dan keberanian tampil di depan masyarakat. Sejumlah pelajar menampilkan nasyid dan pembacaan ayat Al-Qur’an dalam rangkaian kegiatan.

Penampilan tersebut tidak dikemas sebagai perlombaan, melainkan sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Chasmin, pelajar Sangkhom Islam Wittaya School, tampil bersama empat rekannya dalam kelompok nasyid. Ia mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Senang bisa ikut tampil karena bisa menambah kepercayaan diri. Di sini juga banyak makanan dan bazar, serta bisa bertemu teman baru,” ungkapnya.

Ustaz Muhammad Kamil H. Abdullah, khatib asal Songkhla, menjelaskan bahwa Amall tidak memiliki jadwal pelaksanaan yang tetap. Kegiatan tersebut biasanya digelar ketika terdapat pembangunan masjid yang membutuhkan dukungan masyarakat.

“Setiap ada yang ingin membuat masjid, maka diadakan kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan Amall kembali digelar setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Pelaksanaannya melibatkan tokoh ulama dari empat provinsi di Thailand Selatan, dengan masing-masing wilayah memiliki ketua dari kalangan khatib.

Sementara itu, Fatima, panitia asal Pattani yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut selama sekitar sembilan tahun, mengatakan masyarakat bebas memberikan sumbangan sesuai kemampuan.

Tidak terdapat batas nominal tertentu bagi masyarakat yang ingin berkontribusi. Donasi diserahkan melalui panitia yang telah disiapkan di lokasi.

Para donatur terlebih dahulu mencatatkan nama, alamat, dan nominal sumbangan sebelum menyerahkan bantuan. Dana yang terkumpul kemudian diperuntukkan bagi pembangunan Masjid Al-Hidayah.

Kegiatan Amall memperlihatkan perpaduan antara aktivitas sosial, keagamaan, dan ekonomi dalam satu ruang. Bazar menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdagang, sedangkan penggalangan dana menjadi sarana membangun kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah.

Bagi mahasiswa INSYAKA, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat Muslim Thailand secara lebih dekat. Interaksi dengan tokoh agama, panitia, pedagang, pelajar, dan masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran selama KKN-PPL Internasional.

Kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah Thailand Selatan hingga Malaysia juga menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan lintas daerah dan negara.

Melalui pengalaman di Samila Beach, mahasiswa KKN-PPL Internasional INSYAKA memperoleh perspektif baru tentang filantropi dan solidaritas masyarakat Muslim di Asia Tenggara. Amall tidak sekadar menjadi sarana penggalangan dana, tetapi juga ruang memperkuat ukhuwah, mengembangkan bakat generasi muda, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pos terkait