LINTASJATIM.com, Malang – Pemerintah Kota Malang mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku pembuangan limbah medis di saluran irigasi Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.
Temuan jarum suntik yang berserakan di dekat permukiman warga itu dinilai membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Dikutip dari detikJatim.com, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, pengelolaan limbah medis telah diatur secara ketat sehingga pelaku pembuangan sembarangan dapat dijerat pidana. Pemkot Malang kini berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri asal limbah tersebut.
“Tidak boleh buang limbah medis sembarangan dan sudah ada aturannya. Kita bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menelusuri siapa pembuangnya. Itu bisa kena sanksi hukuman juga,” kata Wahyu, Jumat (15/5/2026).
Menurut Wahyu, meski jarum suntik yang ditemukan disebut masih kedaluwarsa dan belum digunakan, tindakan pembuangannya tetap melanggar prosedur. Ia menekankan seluruh limbah medis wajib ditangani sesuai standar operasional yang berlaku.
“Walaupun belum digunakan, tetap salah karena dibuang bukan pada tempatnya. Sekarang sedang ditelusuri siapa pembuangnya,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena bukan pertama kali limbah medis ditemukan di wilayah Kota Malang dalam setahun terakhir. Pemkot meminta proses penyelidikan dilakukan terbuka agar memberi efek jera kepada pihak yang terbukti melanggar.
“Ini sudah ranah kepolisian karena ada sanksi pidananya. Saya minta nanti dalam penelusuran mudah-mudahan ketemu siapa pembuangnya dan bisa langsung diproses hukum supaya ada efek jeranya,” tegas Wahyu.
Sebelumnya, warga Bumiayu digegerkan dengan tumpukan jarum suntik di saluran irigasi yang berada di dekat akses jalan menuju permukiman. Beberapa alat suntik terlihat masih terbungkus plastik, sementara sebagian lainnya tercecer di aliran parit.
Warga menduga limbah tersebut hanyut terbawa arus dari wilayah hulu sebelum akhirnya tersangkut di saluran air dekat rumah warga. Penemuan itu pertama kali diketahui oleh warga yang melintas dan curiga melihat benda plastik menyerupai alat medis.
“Saya tadi lewat sini terus lihat ada suntikan. Tapi enggak tahu ini bekas dipakai atau belum,” kata warga setempat, Dwi Frananto, Rabu (13/5/2026).





