Jatim Kejar Status Hijau Geopark Ijen

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso membahas revalidasi Geopark Ijen. Sumber foto: www.detik.com
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso membahas revalidasi Geopark Ijen. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat langkah menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) untuk kawasan Geopark Ijen pada 2026.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hakim.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, dalam audiensi tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak karena revalidasi menjadi penentu keberlanjutan status Geopark Ijen di tingkat internasional.

“Pemprov Jatim memberi atensi besar revalidasi UNESCO Global Geopark sebab Geopark Ijen telah melalui siklus penuh pengakuan internasional serta memastikan kualitas yang berkelanjutan melalui revalidasi tahun 2026,” ujar Khofifah, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi ini dilakukan setiap empat tahun dengan penilaian menyeluruh, tidak hanya pada kondisi saat ini, tetapi juga perkembangan sejak penetapan sebelumnya.

Hasilnya akan menentukan status geopark, mulai dari Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perlu perbaikan), hingga Red Card (dicabut dari jaringan).

“Kami ingin melihat langsung progres dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan saat asesor melakukan penilaian,” katanya.

Menurut Khofifah, mempertahankan Green Card bukan sekadar prestise, tetapi berdampak luas bagi daerah, mulai dari peningkatan wisata minat khusus hingga peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kami tidak sekadar mempertahankan status UNESCO Global Geopark tetapi menjadikannya model geopark berkelanjutan tingkat global,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Keberadaan Geopark Ijen dinilai telah memberi manfaat nyata, terutama dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pelestarian budaya, dan penelitian.

“Dari sisi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, penelitian Ijen geopark sangat berdampak bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso,” pungkasnya.

Pos terkait