Mayoritas Joki UTBK Incar Kedokteran

14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya. Sumber foto: www.detik.com
14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Kasus kecurangan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 didominasi peserta yang mendaftar program studi kedokteran. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat lebih dari 90 persen praktik perjokian berkaitan dengan pilihan jurusan tersebut.

Dikutip dari detikJatim.com, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Eduart Wolok, mengatakan tingginya minat pada fakultas kedokteran menjadi salah satu pemicu maraknya penggunaan jasa joki saat UTBK berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Lebih dari 90 persen kasus kecurangan terutama yang berkait joki itu memilihnya prodi kedokteran,” ujar Eduart di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (9/5/2026).

Menurut Eduart, profesi dokter masih dipandang sebagai pekerjaan bergengsi dengan prospek masa depan yang menjanjikan. Kondisi itu membuat sebagian peserta memilih cara instan agar dapat lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

“Iya, karena memang saat ini jurusan kedokteran dianggap masih sebuah jurusan yang bergengsi, menjanjikan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Panitia SNPMB sebelumnya telah mengantisipasi potensi kecurangan sejak tahun lalu. Berbagai pola pelanggaran, termasuk praktik joki yang melibatkan mahasiswa berpredikat cumlaude, dokter hingga aparatur sipil negara (ASN), disebut berhasil terdeteksi lebih cepat pada pelaksanaan UTBK tahun ini.

Sebagai tindak lanjut, SNPMB menyiapkan sanksi tegas bagi peserta maupun pelaku perjokian. Peserta yang terbukti curang akan masuk daftar hitam seleksi nasional, sementara joki yang masih berstatus mahasiswa aktif terancam dikeluarkan dari perguruan tinggi.

“Peserta itu akan kita blacklist. Kemudian bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif itu bisa saja dikeluarkan dari kampus,” tegas Eduart.

Pos terkait