LINTASJATIM.com, Surabaya – Kawasan Tempat Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, masih menjadi magnet wisata selama libur Lebaran 2026.
Meski jumlah pengunjung mengalami penurunan dibanding tahun lalu, ribuan wisatawan tetap memadati destinasi pesisir tersebut hingga hari keempat Lebaran.
Dikutip dari detikJatim.com, penurunan jumlah kunjungan disebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga waktu libur yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta dimulainya kembali aktivitas kerja.
“Secara global memang ada penurunan dari tahun kemarin, mungkin karena cuaca dan libur Lebaran yang cukup mepet dengan Nyepi serta aktivitas yang sudah mulai berjalan lagi di hari Rabu,” ujar Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata THP Kenjeran, Tjahjono Agung Wibowo, Selasa (24/3/2026).
Meski demikian, tren kunjungan menunjukkan peningkatan setelah hari pertama Lebaran. Saat itu, jumlah pengunjung hanya sekitar 650 orang karena hujan.
Memasuki hari kedua, angka melonjak menjadi sekitar 2.300 orang, lalu relatif stabil di kisaran 2.200 pengunjung pada hari ketiga dan keempat. Hingga siang hari keempat, tercatat sekitar 1.300 pengunjung dan masih berpotensi bertambah.
Agung menyebut, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah.
“Mayoritas pengunjung di sini tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah, itu pun pada hari biasa apalagi saat momen Lebaran seperti ini,” katanya.
Dengan jam operasional pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, THP Kenjeran mampu menampung lebih dari 10.000 pengunjung per hari. Harga tiket yang terjangkau, yakni Rp 15.000, turut menjadi daya tarik, sementara anak dengan tinggi di bawah 85 sentimeter tidak dikenakan biaya.
Selain panorama pantai, kawasan ini menawarkan beragam aktivitas, mulai dari wisata kuliner yang melibatkan sekitar 200 pelaku UMKM, hiburan musik, hingga wahana bermain anak. Pengunjung juga dapat menikmati wisata perahu dengan tarif Rp 10.000 per orang.
Fasilitas pendukung seperti gazebo, musala, hingga kamar mandi ramah disabilitas turut menunjang kenyamanan wisatawan selama berada di lokasi.
Menjelang akhir masa libur, pengelola memprediksi lonjakan pengunjung akan kembali terjadi, terutama saat tradisi Hari Raya Ketupat pada 28-29 Maret.
“Karena kebanyakan orang-orang sudah balik ke Surabaya atau yang mungkin dari luar kota sudah selesai silaturahmi ke sanak saudara. Nah itu mungkin mereka berlibur lebih leluasa di tanggal 28-29 Maret,” jelas Agung.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Jombang, Nur Fitri, menilai kondisi THP Kenjeran kini jauh lebih baik dibanding kunjungan sebelumnya.
“Hari ini baru sampai di Surabaya langsung ke sini, mumpung anak saya pengen lagi. Dulu masih agak sepi, jelek. Sekarang bagus, ada hiburannya juga dan lebih nyaman. Semoga ke depannya makin ditingkatkan lagi pastinya,” ungkapnya.






