PMII Jatim Rayakan Harlah ke-66 di Sidoarjo

Puncak peringatan Harlah ke-66 PMII se-Jawa Timur yang digelar di GOR Delta Sidoarjo.
Puncak peringatan Harlah ke-66 PMII se-Jawa Timur yang digelar di GOR Delta Sidoarjo.

LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Jawa Timur yang digelar di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (17/5/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan yang diprakarsai PC PMII Sidoarjo itu dihadiri ribuan kader PMII dari berbagai daerah di Jawa Timur, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pengurus Besar (PB) PMII, PKC PMII Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, DPRD Kabupaten Sidoarjo, hingga Ikatan Alumni (IKA) PMII Sidoarjo.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu dinilai menunjukkan posisi strategis PMII sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Peringatan Harlah ke-66 PMII juga dimeriahkan dengan kehadiran Habib Abdullah Hamid, Gus Faiz Albar, serta penampilan musisi Iksan Skuter yang sukses menarik antusiasme peserta dan masyarakat.

Ketua PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa, menegaskan bahwa kader PMII harus menjadi bagian dari penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Kader PMII bukan individu yang hanya berpangku tangan terhadap kebijakan maupun sejarah bangsa. Kader PMII harus menjadi penggerak perubahan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Aswaja seperti tasamuh, tawazun, tawassuth, dan ta’adul,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Sidoarjo, Alfien Ananta, menyampaikan kebanggaannya karena PMII Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah agenda besar tingkat Jawa Timur tersebut.

“Ini menjadi sejarah bagi PMII Sidoarjo. Kami belum pernah menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini, dan kami menyambut seluruh kader PMII se-Jawa Timur dengan penuh kebanggaan,” katanya.

Menurut Alfien, peringatan Harlah tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jaringan kader, serta meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam gerakan organisasi.

Ia menegaskan, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kaderisasi dan kolaborasi agar PMII tetap solid, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Dari Sidoarjo, kami ingin menegaskan kembali bahwa kaderisasi dan kolaborasi adalah kunci. PMII harus terus hadir memberikan dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Pos terkait