LINTASJATIM.com, Surabaya – Jumlah siswa yang masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, terus menurun. Dari total ratusan korban, kini tersisa tiga siswa yang masih dirawat di RSIA IBI Surabaya.
Dikutip dari detikJatim.com, Direktur Utama RSIA IBI Surabaya, dr Ramli Tarigan, mengatakan kondisi ketiga pasien tersebut berangsur pulih dan direncanakan dapat dipulangkan pada Kamis (14/5/2026).
“Saat ini tinggal 3 pasien yang dirawat dari 7 pasien,” ujar Ramli.
Ia memastikan perkembangan kesehatan para siswa menunjukkan kondisi yang positif setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.
“Alhamdulillah sudah membaik. Rencananya semua hari ini bisa pulang,” katanya.
Meski diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit tetap melakukan pengawasan lanjutan bersama puskesmas setempat guna memastikan kondisi para siswa benar-benar stabil.
“Semua pasien kita tetap lakukan pemantauan baik dari pihak kita rumah sakit bekerja sama dengan pihak puskesmas. Kita saling memberikan informasi,” jelasnya.
Sebelumnya, rumah sakit mencatat sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan akibat keluhan gangguan pencernaan usai menyantap makanan program MBG.
“Tujuh anak. Semua rata-rata mual, muntah, mencret (diare),” ungkap Ramli pada Rabu (13/5/2026).
Dalam penanganan kasus ini, RSIA IBI Surabaya menerima lebih dari 120 siswa dari sembilan sekolah berbeda yang diduga terdampak keracunan massal sejak Senin (11/5/2026).
“Totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. Sekarang tinggal sisa tujuh,” tandasnya.





