LINTASJATIM.com, Magetan – Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Magetan kian dikeluhkan warga. Selain sulit diperoleh, harga gas bersubsidi itu juga meroket hingga mencapai Rp 27 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Dikutip dari detikJatim.com, kondisi ini memaksa sebagian warga mencari elpiji hingga ke luar daerah. Dewi, warga Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, mengaku harus berburu gas hingga ke Madiun karena stok di wilayahnya kosong.
“Kemarin harga ada yang Rp 25 ribu ada yang Rp 27 ribu. Heran kok elpiji menghilang cari susah,” ujar Dewi, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, warga lain bahkan rela membawa tabung kosong ke luar kota demi mendapatkan harga lebih terjangkau.
“Saudara saya rumah sebelah kemarin bawa tabung kosong ke Madiun dapat harga Rp 22 ribu di Magetan sini kok sampai Rp 27 ribu,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Suratun (55) yang mengaku kesulitan mendapatkan elpiji meski telah berkeliling.
“Cari gas elpiji pusing keliling bawa tabung kosong belum dapat,” katanya.
Di sisi lain, pengecer mengaku pasokan elpiji sangat terbatas. Supangat (50) menyebut tokonya hanya menerima beberapa tabung setiap pekan dan langsung habis dalam waktu singkat.
“Toko saya hanya dapat 4 sampai 5 tabung seminggu sekali langsung habis sudah kosong ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dugaan penggunaan elpiji subsidi oleh pihak yang tidak berhak, seperti peternak ayam.
“Katanya kandang ayam ndak boleh tapi kenyataannya kenapa banyak yang pakai elpiji 3 kg,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan pemilik pangkalan di Desa Klagen, Kecamatan Barat, Ida Rizkiyana, yang menyebut stok di tempatnya juga habis.
“Kosong semua ini, Insyaallah besok baru datang,” katanya.
Menanggapi situasi tersebut, aparat kepolisian mulai bergerak. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kita sudah perintahkan semua Polsek jajaran untuk cek pangkalan elpiji dan kandang untuk cegah penyalahgunaan,” tegas Erik.





