Sopir Bus Viral Dikejar Polisi

Aksi Sri Wahyuni, guru SLB yang menghadang Bus Sugeng Rahayu yang hendak menerobos di simpang tiga PG Poerwodadi, Glodok, Magetan. Sumber foto: www.detik.com
Aksi Sri Wahyuni, guru SLB yang menghadang Bus Sugeng Rahayu yang hendak menerobos di simpang tiga PG Poerwodadi, Glodok, Magetan. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Magetan – Aksi seorang pengendara motor yang menghadang bus Sugeng Rahayu di persimpangan traffic light Magetan berbuntut penyelidikan. Polisi kini memburu sopir bus yang videonya viral di media sosial karena dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

Dikutip dari detikJatim.com, peristiwa tersebut melibatkan bus bernomor polisi W 7061 UP yang kedapatan membunyikan klakson saat berhenti di lampu merah, sehingga memicu reaksi seorang perempuan pengendara motor yang berdiri di depannya.

Bacaan Lainnya

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian itu setelah video beredar luas. Ia memastikan penelusuran terhadap identitas pengemudi tengah dilakukan.

“Kita baru tahu kejadian setelah viral dan kita akan telusuri siapa pengemudi bus tersebut,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Selain memburu sopir bus, polisi juga berencana memanggil perempuan yang terekam dalam video tersebut. Menurut Erik, tindakan perempuan itu justru menjadi contoh bagi pengguna jalan lain.

“Kita sudah perintahkan Satlantas untuk memanggil ibu yang viral itu sudah berani kasih contoh yang baik bagi pengendara yang lain,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini menambahkan, sopir bus akan diberikan teguran sekaligus edukasi terkait keselamatan berlalu lintas. Ia menilai penggunaan klakson saat lampu masih merah berpotensi memicu kecelakaan.

“Kita akan berikan teguran dan edukasi kepada sopir tersebut karena membahayakan pengendara lain. Pengendara lain bisa kaget mengira lampu merah sudah hijau akhirnya bisa melaju nerobos melanggar rambu,” jelas Ade.

Dalam video berdurasi 42 detik yang beredar, terlihat seorang perempuan pengendara motor berhenti tepat di depan bus di simpang tiga Pabrik Gula Poerwodadi, Glodok. Meski terus diklakson, ia tetap bertahan dan menegur sopir dengan lantang.

“Stop…!” serunya sambil mengangkat tangan, menandakan lampu lalu lintas masih merah.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi lengkap serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang terjadi.

Pos terkait