LINTASJATIM.com, Trenggalek – Belasan ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanganom, Kecamatan Trenggalek, mengikuti pelatihan digital marketing yang digelar mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM-BBM), Kamis (16/7/2026).
Pelatihan yang dikemas dalam bentuk seminar dan praktik ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Koordinator Desa UM-BBM Karanganom, Akmalu Syauqy, mengatakan program tersebut merupakan upaya mahasiswa untuk membantu memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM lokal.
“Kami ingin membantu pemasaran produk UMKM di Desa Karanganom agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Harapannya, produk-produk milik pelaku UMKM dapat dikenal hingga ke luar daerah,” ujarnya di Balai Desa Karanganom.
Pelatihan diikuti kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pelaku UMKM, dan tim pemasaran desa. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai strategi pemasaran digital, mulai dari membangun branding produk hingga memanfaatkan algoritma media sosial agar konten promosi lebih mudah menjangkau calon konsumen.
“Peserta kami bekali teknik membangun branding produk dan strategi memanfaatkan algoritma media sosial agar konten promosi memiliki peluang lebih besar masuk ke halaman rekomendasi atau For You Page (FYP),” kata Syauqy.
Tak hanya menyampaikan teori, mahasiswa UM-BBM juga mengajak peserta mempraktikkan langsung teknik pemasaran digital menggunakan produk lokal sebagai contoh.
Peserta dilatih mengambil foto produk yang menarik, membuat akun media sosial, mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business, hingga menyusun kalimat promosi (copywriting) yang persuasif untuk menarik minat pembeli.
Syauqy menambahkan, pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Mahasiswa UM-BBM telah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan materi yang diberikan dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM.
“Setelah pelatihan selesai, kami akan terus mendampingi pelaku UMKM melalui tutor yang memantau perkembangan mereka, termasuk dalam mengelola WhatsApp Business maupun mengatasi berbagai kendala pemasaran digital,” jelasnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap kemampuan digital para pelaku UMKM terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Karanganom.
Selain memiliki potensi produk UMKM, desa tersebut juga didukung destinasi wisata berupa kafe yang berada di kawasan Kampoeng MTS Agro Wisata. Peningkatan promosi digital diharapkan mampu memperkenalkan produk lokal sekaligus menarik lebih banyak wisatawan berkunjung.
“Harapannya, produk UMKM dan potensi Desa Karanganom semakin dikenal masyarakat luas sehingga dapat menarik wisatawan dan mendorong desa berkembang menjadi lebih maju,” pungkas Syauqy. (qil/red)





