LINTASJATIM.com, Jember – Universitas Bondowoso (UNIBO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan LP3H Halal Center Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA) Jember menggelar program rekrutmen dan pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
Program ini bertujuan mencetak sumber daya manusia yang kompeten untuk mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat (31/7/2026) sebagai tindak lanjut kerja sama antara LPPM UNIBO dan LP3H INSYAKA di bidang penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas layanan pendampingan sertifikasi halal sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan UMKM.
Pelatihan diikuti masyarakat umum dan mahasiswa Universitas Bondowoso. Peserta memperoleh pembekalan mengenai proses produk halal, mekanisme pendampingan, hingga prosedur pengajuan sertifikasi sebelum mengikuti pelatihan intensif yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Agustus 2026.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain memperkaya wawasan akademik, mereka diharapkan memiliki pengalaman langsung mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal.
Wakil Rektor INSYAKA, Saini, S.Pd., M.H.I., berharap program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bisa berdampak dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP3H INSYAKA, Fawaid, S.E., M.H., menekankan pentingnya komitmen peserta untuk terus mendampingi pelaku UMKM setelah pelatihan selesai.
“Semoga para calon pendamping tidak hanya semangat saat mengikuti pelatihan. Harapannya agar terus berkesinambungan membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan produk halal,” katanya.
Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., mengapresiasi terjalinnya kerja sama dengan LP3H INSYAKA. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada LP3H INSYAKA karena telah menerima kami untuk bekerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pelatihan pendamping produk halal. Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara LPPM UNIBO dan LP3H INSYAKA,” ujarnya.
Haris menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi investasi penting untuk mencetak pendamping produk halal yang profesional dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan UMKM.
“Kami mengirimkan mahasiswa UNIBO untuk mengikuti kegiatan ini agar memiliki kompetensi sebagai pendamping produk halal yang profesional. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut melalui berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya,” tambahnya.
Program rekrutmen Pendamping Proses Produk Halal mensyaratkan peserta merupakan Warga Negara Indonesia, beragama Islam, berusia minimal 18 tahun, lulusan SMA atau sederajat, memiliki komitmen melakukan pendampingan, serta bersedia mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan evaluasi.
Selain memperoleh pelatihan tanpa biaya, peserta juga akan mendapatkan sertifikat pendamping, pemahaman mengenai proses sertifikasi halal, kesempatan terintegrasi sebagai Pendamping PPH Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta peluang memperoleh honorarium dari setiap proses pendampingan sertifikasi produk halal.
Melalui kolaborasi ini, LPPM Universitas Bondowoso dan LP3H INSYAKA berharap dapat melahirkan lebih banyak pendamping produk halal yang kompeten dan berintegritas guna mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM. Kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi awal pengembangan program penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas. (Rif)





