Wakil Rektor INSYAKA Raih Doktor Lewat Kajian Epistemologi Pesantren

Wakil Rektor I INSYAKA Raih Gelar Doktor, Kajian Epistemologi Pesantren Tuai Pujian Dewan Penguji.
Wakil Rektor I INSYAKA Raih Gelar Doktor, Kajian Epistemologi Pesantren Tuai Pujian Dewan Penguji.

LINTASJATIM.com, Surabaya – Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA) kembali menorehkan prestasi akademik. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Mohammad Firmansyah, M.H., M.Pd., resmi meraih gelar doktor setelah lulus dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Firmansyah mempertahankan disertasi berjudul ‘Dialektika Epistemologi Pesantren dalam Mengonstruksi Peradaban Islam Indonesia: Studi Multi-Kasus di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo’.

Bacaan Lainnya

Penelitian itu mengkaji konstruksi epistemologi pesantren melalui tiga tipologi pendidikan, yakni pesantren salaf, modern, dan integratif, dengan menggunakan pendekatan trilogi epistemologi Islam yang meliputi bayani, burhani, dan irfani.

Di hadapan dewan penguji, Firmansyah menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari keberagaman sistem pendidikan pesantren di Indonesia yang memiliki karakteristik keilmuan berbeda.

“Saya mengelompokkan pesantren ke dalam tiga tipologi, yaitu salaf, modern, dan pesantren yang mengintegrasikan keduanya. Kajian ini dianalisis menggunakan pendekatan trilogi epistemologi Islam, yakni bayani, burhani, dan irfani, untuk melihat bagaimana tradisi keilmuan pesantren membangun peradaban,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil penelitiannya telah mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, melalui Prof. Nur Kholis, disertasi ini telah sampai ke MPR RI. Mudah-mudahan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan maupun penguatan pesantren di Indonesia,” katanya.

Sidang promosi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pendalaman dari dewan penguji. Argumentasi ilmiah yang disampaikan promovendus mendapat apresiasi atas kontribusinya terhadap pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam.

Salah seorang anggota dewan penguji menyatakan bahwa disertasi tersebut memiliki kedalaman analisis serta memberikan sumbangan akademik yang signifikan bagi pengembangan ilmu pendidikan Islam.

“Gus Firmansyah sangat layak menyandang gelar doktor. Disertasinya menunjukkan kedalaman analisis dan kontribusi akademik yang kuat bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam,” ungkap salah satu penguji.

Sidang promosi dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr. H. Muhammad Thohir, S.Ag., M.Pd., didampingi Sekretaris Penguji Dr. Hatta Fakhrurrozi, S.Pd.I., M.Pd.I. Tim promotor terdiri atas Prof. H. Nur Kholis, M.Ed.Admin., Ph.D. dan Prof. Dr. H. M. Yunus Abu Bakar, M.Ag., sementara Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A. bertindak sebagai penguji eksternal. Dewan penguji juga diperkuat Prof. Dr. Hanun Asrohah, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag.

Prosesi penetapan kelulusan dihadiri pimpinan dan sivitas akademika INSYAKA, di antaranya Rektor INSYAKA Dr. Bachrul Ulum, S.Sy., M.H.I., Ng. Zulfa Yazid, S.Sos., M.Pd., sivitas akademika INSYAKA, sivitas Ma’had Aly Nurul Qarnain, perwakilan mahasiswa dan mahasantri, dewan guru Satuan Pendidikan Muadalah, SMK, SMP, serta para asatidz Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Rektor INSYAKA, Bachrul Ulum, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu akademik.

“Alhamdulillah, dengan bertambahnya doktor baru ini, INSYAKA kini memiliki empat dosen bergelar doktor. Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Bertambahnya doktor di lingkungan INSYAKA diharapkan semakin memperkuat kapasitas institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen INSYAKA dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Pos terkait