Evakuasi Dua Pendaki Gunung Piramid Tuntas Setelah 14 Jam

Tim SAR Berpacu dengan Jalur Ekstrem, Evakuasi Dua Pendaki Meninggal di Gunung Piramid Akhirnya Rampung.
Tim SAR Berpacu dengan Jalur Ekstrem, Evakuasi Dua Pendaki Meninggal di Gunung Piramid Akhirnya Rampung.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Punggung Naga, Gunung Piramid, Desa Tegal Tengah, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, resmi ditutup pada Rabu (5/8/2026). Setelah melalui proses evakuasi selama hampir 14 jam di medan ekstrem, kedua jenazah berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Bondowoso.

Hari kedua operasi dimulai pukul 05.30 WIB dengan apel, briefing, dan pembagian tugas kepada personel SAR gabungan. Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi penemuan korban yang berada di dasar jurang dengan medan curam dan sulit dijangkau.

Bacaan Lainnya

Dalam proses evakuasi, Search and Rescue Unit (SRU) 1 mengevakuasi korban dari titik penemuan menuju Pos 2 menggunakan teknik lowering melalui aliran sungai sejauh sekitar 940 meter. Selanjutnya, SRU 2 membawa kedua korban dari Pos 2 menuju pintu pendakian dengan jarak sekitar 5,33 kilometer.

Medan yang terjal, kabut tebal, serta jalur evakuasi yang ekstrem membuat proses pengangkatan jenazah berlangsung cukup lama. Setelah bekerja selama hampir 14 jam, pada pukul 19.41 WIB kedua korban akhirnya tiba di Posko SAR Gabungan sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Bondowoso.

Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (34), pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.

Sebelumnya, keduanya dilaporkan belum kembali setelah mendaki Gunung Piramid pada Minggu (2/8/2026). Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dan menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) di jurang kawasan Punggung Naga dengan kedalaman sekitar 60 meter. Jarak antara kedua korban diperkirakan sekitar lima meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhumah dan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja secara profesional dan mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos SAR Jember, BPBD Bondowoso, BPBD Situbondo, TNI, Polri, PMI, organisasi relawan SAR, komunitas pecinta alam, ORARI, RAPI, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Proses evakuasi juga didukung peralatan mountaineering, jungle rescue, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, dan drone thermal.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR gabungan menggelar debriefing dan secara resmi menutup operasi pencarian. Masyarakat dan para pendaki diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan mempersiapkan perlengkapan sesuai standar, memperhatikan kondisi cuaca, serta menggunakan pemandu yang berpengalaman saat mendaki Gunung Piramid. (Rif)

Pos terkait