LINTASJATIM.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026 meningkat. Kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyebut sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori berisiko tinggi mengalami karhutla.
“Yang berisiko tinggi ada 22 kabupaten/kota,” ujar Gatot, Sabtu (16/5/2026).
Daerah yang masuk kategori rawan meliputi Ponorogo, Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Batu, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Kabupaten Malang, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik.
Selain ancaman karhutla, sejumlah wilayah di Jawa Timur juga mulai menetapkan status siaga kekeringan akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.
Mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Jatim telah menyiapkan distribusi bantuan air bersih dan tandon ke sejumlah daerah yang membutuhkan.
“Silakan menghubungi BPBD kabupaten/kota setempat apabila membutuhkan dropping air bersih,” kata Gatot.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering.
“Jangan sampai membakar sampah, yang bisa berpotensi terjadinya kebakaran,” tandasnya.





