Nusantara Mart Kampak Bagikan SHU-Zakat Demi Wujudkan Kemandirian Umat

Suasana NU Mart Kampak Trenggalek. (Dokumen Imam Mujtahid)
Suasana NU Mart Kampak Trenggalek. (Dokumen Imam Mujtahid)

LINTASJATIM.com, Trenggalek – Memasuki usia ke-7 tahun, unit usaha milik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kampak, Kabupaten Trenggalek, yakni Nusantara Mart, semakin menunjukkan eksistensinya dalam memperkuat ekonomi umat.

Tidak sekadar mencari laba, ritel modern ini konsisten mendistribusikan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan zakat mal (tijarah) dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Sekretaris Tim 9 Nusantara Mart Kampak, Imam Mujtahid, menjelaskan bahwa setiap bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi manajemen untuk berbagi keberkahan kepada para pemegang saham yang mayoritas adalah warga Nahdliyin.

“Tahun ini tercatat ada 2.243 orang penanam saham dengan total 6.296 lembar voucher yang menerima SHU. Untuk setiap penanam saham sebesar Rp100.000, mendapatkan bagi hasil sekitar Rp20.000 dalam satu tahun,” ujar Imam Mujtahid dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Selain pembagian SHU, Nusantara Mart Kampak juga menjalankan kewajiban agama melalui zakat tijarah (zakat perdagangan). Pada tahun 1447 Hijriah ini, pihak manajemen menyalurkan sedikitnya 200 paket sembako yang menyasar masyarakat kurang mampu dan mereka yang berhak menerima (mustahik).

Komitmen Nusantara Mart dalam mendukung roda organisasi NU juga sangat terasa. Imam menyebutkan bahwa perusahaan memberikan bantuan dana operasional secara rutin setiap tahun untuk struktur organisasi NU di tingkat kecamatan maupun desa.

“Alhamdulillah, tahun ini kami menyerahkan bantuan operasional untuk MWCNU Kampak sebesar Rp3.000.000 dan untuk setiap Ranting NU sebesar Rp2.000.000,” imbuhnya.

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Nusantara Mart, H. Mufidz, didampingi bendahara kepada jajaran Ketua MWCNU Kampak serta seluruh Ketua Ranting NU se-Kecamatan Kampak.

Pemberdayaan Kader dan Rencana Ekspansi

Bapak dua anak ini menerangkan keberadaan Nusantara Mart juga menjadi solusi atas ketersediaan lapangan kerja bagi kader muda NU. Beliau mengaku seluruh karyawan dan pegawai toko direkrut dari kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

“Kami ingin menambah lapangan pekerjaan bagi anak-anak IPNU dan IPPNU. Ini adalah bagian dari ikhtiar besar membangun kemandirian ekonomi warga,” tegasnya.

Melihat keberhasilan ini, manajemen berencana melakukan ekspansi dengan membuka cabang kedua Nusantara Mart. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat ekonomi bagi jemaah. Imam juga mengajak pengurus MWCNU di wilayah lain untuk mulai melirik potensi bisnis serupa.

“Kami berharap MWCNU di tempat lain tergerak mengembangkan ekonomi umat melalui NUmart. Kami di Kampak sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan membantu proses pendiriannya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Nusantara Mart Kampak sebelumnya telah menjadi inspirasi sekaligus pemasok barang perdana bagi berdirinya unit usaha serupa di beberapa wilayah, seperti di MWCNU Durenan, MWCNU Watulimo, hingga MI Plus Rejowinangun Trenggalek. (jaz/red)

Pos terkait