LINTASJATIM.com, Tulungagung – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung menggelar kegiatan bertajuk Opening Gema Ramadhan 1447 H yang dirangkaikan dengan launching buku Fiqih Energi dan Masa Depan Peradaban.
Berada di aula Kampus STAI Diponegoro, Kegiatan ini menjadi momentum akademik sekaligus spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Mengusung tema penguatan literasi keislaman yang kontekstual, peluncuran buku ini menjadi bagian dari ikhtiar intelektual untuk menghadirkan diskursus fikih yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, khususnya terkait energi, lingkungan, keberlanjutan, dan keadilan sosial.
Buku Fiqih Energi dan Masa Depan Peradaban karya Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I mengangkat pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam membaca persoalan energi sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan umat Islam.
Dalam sesi launching, penulis memaparkan bahwa kajian fiqh energi lahir sebagai respons akademik dan moral terhadap krisis energi dan ekologis global yang tidak lagi sekadar persoalan teknis-ekonomis, melainkan telah berkembang menjadi isu etika, hukum, politik, bahkan teologis.
Menurutnya, energi dalam perspektif Islam merupakan amanah ilahi yang harus dikelola berdasarkan prinsip keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (al-maṣlaḥah), dan keberlanjutan (istidāmah).
Karena itu, fiqh memiliki peran strategis dalam memberikan kerangka normatif mulai dari aspek kepemilikan sumber daya, pola konsumsi, distribusi yang adil, hingga pengembangan dan inovasi teknologi energi.
“Pengelolaan energi bukan semata urusan industri dan pasar, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral umat,” tegasnya.
Secara sistematis, buku ini disusun dalam lima bab utama. Bab pertama membahas landasan teologis dan maqāṣid al-sharī‘ah dalam perspektif energi. Bab kedua mengkaji etika konsumsi dan produksi energi. Bab ketiga membedah relasi energi dengan krisis ekologis global.
Bab keempat menyoroti tata kelola dan keadilan energi. Sementara bab kelima membahas inovasi energi masa depan dalam kerangka pembangunan peradaban berkelanjutan.
Dengan pendekatan normatif-fiqhiyyah, maqāṣid, dan kontekstual-sosiologis yang merujuk pada Al-Qur’an, Hadis, kaidah fiqh, serta realitas empiris, penulis berharap karya ini dapat berkontribusi pada pengembangan fiqh kontemporer.
Ia menekankan bahwa pengelolaan energi harus dipahami sebagai bagian dari ibadah sosial dan tanggung jawab peradaban umat Islam.
Dalam konteks Indonesia, gagasan fiqh energi menjadi sangat relevan mengingat tantangan tata kelola energi nasional yang masih menghadapi persoalan ketimpangan distribusi, ketergantungan pada energi fosil, konflik sumber daya, serta dampak ekologis.
Pendekatan fiqh energi, menurut penulis, dapat memperkaya diskursus kebijakan publik dengan perspektif etis dan keadilan sosial, sejalan dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan dan amanat konstitusi bahwa sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Ketua STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. H. Sukarji, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Gema Ramadhan dan launching buku tersebut. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan budaya akademik yang hidup di lingkungan kampus.
“Ramadhan harus menjadi energi spiritual yang melahirkan produktivitas intelektual. Karya seperti ini menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa mampu menghadirkan pemikiran Islam yang solutif dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua I STAI Diponegoro Tulungagung, Drs. H. Kamari, M.Pd.I, juga menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif mahasiswa dan produktivitas ilmiah penulis.
Menurutnya, launching buku ini bukan hanya kebanggaan bagi penulis, tetapi juga bagi institusi. Ia berharap tradisi menulis dan menerbitkan karya ilmiah terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan tridharma perguruan tinggi.
Ketua panitia kegiatan menambahkan bahwa Gema Ramadhan bukan sekadar seremoni pembukaan agenda tahunan, tetapi juga ruang aktualisasi intelektual mahasiswa PAI.
“Kami ingin Ramadhan menjadi momentum kebangkitan ilmu dan kesadaran sosial. Melalui launching buku ini, kami menegaskan bahwa mahasiswa PAI hadir untuk membangun peradaban,” ujarnya
Dengab kegiatan ini, STAI Diponegoro Tulungagung menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang integrasi antara spiritualitas, intelektualitas, dan tanggung jawab sosial. Launching buku Fiqih Energi dan Masa Depan Peradaban
“diharapkan menjadi pemantik diskursus baru tentang pentingnya tata kelola energi yang adil, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam konteks Indonesia.
Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari mahasiswa, dosen, serta civitas akademika. (jaz/red)





