Jalan Alternatif Gresik Hampir Tuntas

Jalan penghubung Duduksampeyan-Manyar yang telah diperbaiki. Sumber foto: www.detik.com
Jalan penghubung Duduksampeyan-Manyar yang telah diperbaiki. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Gresik – Proyek pembangunan Jalan Duduksampeyan–Manyar di Kabupaten Gresik memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah menyebut, saat ini hanya tersisa sekitar 3 kilometer pengerjaan sebelum jalur tersebut tersambung sepenuhnya.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menjelaskan bahwa sebagian besar konstruksi sebelumnya telah rampung, termasuk ruas Duduksampeyan hingga Betoyoguci serta Jembatan Kemudi.

Bacaan Lainnya

“Untuk pekerjaan tahun 2025, pembangunan Jalan Raya Duduksampeyan-Betoyoguci sudah selesai. Termasuk Jembatan Kemudi juga telah rampung, baik struktur utama maupun fasilitas pelengkapnya,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Pada tahun ini, proyek dilanjutkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Salah satu pekerjaan yang segera digarap adalah betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 600 meter yang kini masih dalam proses tender.

“Lokasinya dari titik yang bersinggungan dengan jalan nasional di wilayah Duduksampeyan hingga mengarah ke Petis Benem,” jelas Eddy.

Selain itu, pembukaan akses baru juga dilakukan di Desa Kemudi melalui pengerukan lahan eks tambak yang sebelumnya telah dibebaskan oleh pemerintah daerah. Hingga kini, pengerjaan di lokasi tersebut baru mencapai sekitar 400–500 meter.

“Sekarang masih pengerukan, baru mencapai 400 hingga 500 meter. Sehingga, memang belum sepenuhnya tembus,” paparnya.

Secara keseluruhan, ruas Duduksampeyan–Betoyoguci memiliki panjang sekitar 10 kilometer dan melintasi sejumlah desa. Saat ini, fokus pengerjaan diarahkan pada penyambungan jalur yang tersisa.

“Untuk benar-benar tersambung penuh, masih ada sekitar tiga kilometer lagi yang harus diselesaikan. Setelah trase tembus, baru dilakukan peningkatan kualitas jalan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan jalur alternatif ini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memangkas waktu tempuh masyarakat. Proyek tersebut juga menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

“Jika jalur alternatif ini sudah berfungsi penuh, akses antarwilayah akan lebih cepat dan tentu berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Eddy.

Di sisi lain, warga menyambut positif progres pembangunan tersebut. Alamsyah, warga Jatirembe, mengaku keberadaan jalan ini akan sangat membantu mobilitasnya.

“Alhamdulillah jika hampir selesai. Saya kalau mau ke Manyar jadi lebih dekat, lebih hemat waktu,” ucapnya.

Pos terkait