LINTASJATIM.com, Nganjuk – Keramaian Pawai Budaya Boyong Hambangun Projo di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (6/6/2026), diwarnai dugaan aksi pencopetan. Seorang perempuan asal Kabupaten Pasuruan diamankan polisi setelah dicurigai melakukan pencurian telepon genggam di tengah padatnya pengunjung.
Dikutip dari detikJatim.com, perempuan berinisial S, warga Kecamatan Kraton, Pasuruan, diamankan anggota Polsek Nganjuk Kota sekitar pukul 15.45 WIB di kawasan Alun-alun Nganjuk. Saat itu, ribuan warga tengah memadati lokasi untuk memperebutkan gunungan bawang merah yang menjadi bagian dari rangkaian pawai budaya.
Kasus ini terungkap setelah salah satu warga, Suharti, menyadari telepon genggam miliknya hilang usai mengikuti rebutan gunungan.
“Awalnya saya fokus ikut rebutan bawang. Setelah itu saya sadar HP saya sudah tidak ada di dalam tas. Saya kemudian memperhatikan sekitar dan melihat gerak-gerik pelaku mencurigakan, lalu langsung diamankan,” ujar Suharti.
Selain Suharti, S juga diduga mencoba mengambil ponsel milik Nur Azizah, warga Kelurahan Bogo, Nganjuk. Namun, upaya tersebut gagal karena korban lebih dulu menyadari dugaan aksi pencurian tersebut.
Meski terduga pelaku telah diamankan, ponsel milik Suharti hingga kini belum ditemukan. Korban menduga barang tersebut telah berpindah tangan kepada orang lain yang diduga merupakan rekan pelaku.
“Saya yakin dia tidak sendirian. Kemungkinan ada komplotannya. HP saya sampai sekarang belum ditemukan, bisa jadi langsung dioper ke temannya saat kejadian,” kata Suharti saat berada di Mapolsek Nganjuk Kota.
Dalam pemeriksaan awal, S diketahui datang ke Nganjuk dari Pasuruan. Di hadapan penyidik, ia mengaku berangkat bersama dua orang lainnya. Pengakuan itu menguatkan dugaan polisi bahwa aksi tersebut dilakukan lebih dari satu orang dengan memanfaatkan keramaian acara budaya.
Hingga Sabtu (6/6/2026) sore, penyidik Unit Reskrim Polsek Nganjuk Kota masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan sejumlah korban. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Sampai berita ini ditulis, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun perkembangan penyelidikan lebih lanjut.





