Polisi Buru Komplotan Pecah Kaca Rp300 Juta di Banyuwangi

Aksi 2 pelaku pencurian tas ransel dengan modus pecah kaca mobil di Banyuwangi terekam CCTV. Sumber foto: www.detik.com
Aksi 2 pelaku pencurian tas ransel dengan modus pecah kaca mobil di Banyuwangi terekam CCTV. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Polresta Banyuwangi memburu dua pelaku perampokan bermodus pecah kaca mobil yang membawa kabur uang tunai Rp300 juta di Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, pada 18 Juni 2026. Hasil penyelidikan mengungkap kedua pelaku merupakan komplotan spesialis yang diduga telah berulang kali beraksi di berbagai daerah.

Dikutip dari detikJatim.com, Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan, identitas para pelaku telah berhasil diungkap. Keduanya diketahui bukan berasal dari Kabupaten Banyuwangi dan memiliki rekam jejak melakukan kejahatan serupa di sejumlah wilayah.

Bacaan Lainnya

“Pelaku bukan warga Banyuwangi. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku diduga melakukan perampokan dengan modus pecah kaca ini bukan hanya satu kali ini saja. Mereka sudah kerap melakukan kejahatan serupa di lokasi yang berbeda sebelumnya,” ujar Lanang, Rabu (15/7/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satreskrim Polresta Banyuwangi menjalin koordinasi dengan sejumlah kepolisian di daerah lain yang menangani kasus dengan modus serupa. Langkah itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku sekaligus mempercepat proses penangkapan.

Polisi juga telah mengerahkan Tim Resmob ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pelarian para tersangka. Aparat optimistis penangkapan dapat segera dilakukan setelah mengantongi identitas serta titik persembunyian pelaku.

Kasus ini sempat menyita perhatian masyarakat Banyuwangi lantaran nilai kerugian korban mencapai Rp300 juta. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan memecahkan kaca mobil yang sedang terparkir, kemudian mengambil uang tunai dalam waktu singkat.

Aksi kedua pelaku turut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut menjadi salah satu alat penting bagi penyidik untuk mengidentifikasi wajah dan menyusun profil para pelaku.

Lanang menambahkan, proses penyidikan telah rampung sehingga kepolisian kini berfokus pada upaya penangkapan.

Dengan identitas dan lokasi pelarian yang telah dikantongi, Polresta Banyuwangi berharap komplotan spesialis pecah kaca itu segera diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pos terkait