LINTASJATIM.com, Nganjuk – Sebanyak 220 becak listrik diserahkan kepada para pengemudi becak di Kabupaten Nganjuk, Kamis (26/2/2026). Jumlah tersebut diklaim menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dalam program serupa.
Dikutip dari detikJatim.com, penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Sosrokusumo Pemkab Nganjuk oleh Direktur Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen (Purn) Firman Dahlan, bersama jajaran Forkopimda setempat.
Firman menyebut distribusi di Nganjuk mencatat angka tertinggi dibanding daerah lain yang telah menerima bantuan serupa.
“Ini mungkin pemecah rekor. Selama ini kami keliling di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Di sini 220 unit becak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kendaraan roda tiga tersebut diproduksi PT Pindad dengan harga sekitar Rp22 juta per unit. Jika ditotal, nilai bantuan yang digelontorkan mendekati Rp5 miliar.
“Ini uang pribadi Pak Prabowo, bukan uang negara dan gratis. Ini bukan pencitraan dan bukan program instan. Karena sebelum dilantik jadi Presiden, Pak Prabowo telah memesan ke Pindad untuk mendesain becak listrik,” kata Firman.
Menurutnya, program ini bertujuan membantu pengemudi becak agar lebih kompetitif di tengah perkembangan moda transportasi. Ia berharap fasilitas baru itu dapat meningkatkan pendapatan para penerima.
“Sehingga bapak-bapak semua sebagai pahlawan keluarga, harus tetap semangat,” pesannya.
Firman juga mengingatkan agar becak listrik tersebut tidak diperjualbelikan maupun dialihkan.
“Di awal-awal akan ada pendampingan teknisi dari Pindad. Jadi kalau ada permasalahan-permasalahan, bisa disampaikan,” tambahnya.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Kang Becak Nganjuk, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan becak listrik ini,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan 250 unit becak listrik.
“Kami telah mengajukan tambahan 250 unit lagi. Mudah-mudahan di-ACC. Ini merupakan bentuk perhatian Bapak Presiden terhadap rakyat kecil,” tuturnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Marhaen menegaskan akan melibatkan dua perangkat daerah dalam pengawasan.
“Untuk pengawasan, kami akan menugaskan Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial, agar becak-becak listrik ini tetap pada pemiliknya,” tandasnya.
Usai seremoni, jajaran Forkopimda turut mencoba becak listrik dengan berkeliling area alun-alun Nganjuk.
Di sisi lain, para penerima bantuan menyambut program tersebut dengan harapan baru. Irfan (56), pengemudi becak asal Kecamatan Loceret, mengaku bersyukur atas bantuan itu.
“Alhamdulillah. Terima kasih Pak Prabowo sudah memperhatikan kami masyarakat kecil. Mudah-mudahan Pak Prabowo selalu sehat dan panjang umur,” ujarnya.
Selama ini Irfan mengandalkan becak kayuh untuk mencari nafkah bagi dua anaknya. Ia berharap kehadiran becak listrik dapat mendongkrak penghasilan.
“Semoga dengan becak listrik ini penghasilan kami bertambah. Kami jadi semangat untuk menghidupi keluarga,” katanya.





