Asmaul Husna Jadi Rutinitas Pagi Siswa SDN Kedungsolo

Asmaul Husna setiap pagi di SDN Kedungsolo Porong.
Asmaul Husna setiap pagi di SDN Kedungsolo Porong.

LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Membaca Asmaul Husna menjadi salah satu pembiasaan rutin sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6 setiap pagi di ruang kelas masing-masing.

Pembiasaan itu menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai spiritual dan karakter kepada siswa melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Bacaan Lainnya

SDN Kedungsolo yang berlokasi di Jalan Raden Wijaya Nomor 2, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, memiliki rangkaian kegiatan pagi yang dimulai pukul 06.45 WIB. Kegiatan tersebut berbeda setiap harinya.

Pada Senin, siswa mengikuti upacara. Selasa dan Sabtu diisi dengan senam, Rabu dengan kegiatan literasi, Kamis dengan istighotsah, sedangkan Jumat diisi dengan salat Dhuha. Seluruh kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 07.10 WIB.

Setelah itu, siswa memasuki kelas masing-masing dengan didampingi guru kelas atau guru mata pelajaran pada jam pertama. Salah satu siswa secara bergantian memimpin doa, kemudian seluruh siswa membaca Asmaul Husna bersama sebelum pembelajaran dimulai.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib. Siswa membaca Asmaul Husna sambil duduk dengan suara lantang, sementara suasana kelas tetap kondusif.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Kedungsolo, Murni Asih, S.Pd.I., mengatakan pembiasaan tersebut berlandaskan anjuran berdoa dengan menyebut nama-nama Allah dalam QS Al-A’raf ayat 180. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu respons sekolah terhadap tantangan pembentukan karakter anak di era digital.

“Anak-anak lebih mudah menghafal lagu viral daripada doa,” ujar Murni.

Menurutnya, sekolah ingin siswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual.

Sementara itu, wali kelas 4 SDN Kedungsolo, Mita Rusanti, M.Pd., mengatakan pembacaan Asmaul Husna bertujuan mengenalkan nama-nama Allah SWT beserta maknanya kepada siswa.

“Pembiasaan membaca Asmaul Husna ini bertujuan agar murid mengenal dan memahami nama-nama Allah SWT yang indah beserta maknanya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembacaan Asmaul Husna juga dapat membantu menciptakan ketenangan hati sekaligus membentuk sikap murid yang lebih religius,” katanya.

Berdasarkan pengamatan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang menjalani program Asistensi Mengajar (AM) di SDN Kedungsolo, sebagian siswa kelas rendah masih menggunakan lembaran berisi Asmaul Husna saat membaca.

Sementara itu, sebagian besar siswa kelas tinggi sudah mampu menghafalkan 99 nama Allah sehingga tidak lagi menggunakan lembaran tersebut.

“Aku suka, Bu, kalau baca Asmaul Husna, soale wes hafal. Dulu aku belum hafal, terus sering baca jadi hafal,” ujar Adel, siswa kelas 4.

Murni berharap pembiasaan tersebut tidak berhenti pada kemampuan menghafal Asmaul Husna, tetapi juga tercermin dalam perilaku siswa sehari-hari.

“Harapan kami, Asmaul Husna tidak berhenti di lisan, tetapi meresap ke hati dan tercermin dalam akhlak,” tuturnya.

Ia juga berharap pembiasaan tersebut menjadi bagian dari amal kebaikan para siswa di masa mendatang.

“Kami berharap pembiasaan kecil ini menjadi pemberat timbangan kebaikan anak-anak di Yaumil Akhir kelak, dan menjadi salah satu sebab mereka dimasukkan ke dalam surga-Nya, sebagaimana janji Rasulullah SAW bagi penghafal Asmaul Husna,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tumbuh menjadi pribadi yang penyayang, jujur, pemaaf, bertanggung jawab, serta santun kepada guru dan orang tua.

Pembiasaan membaca Asmaul Husna setiap pagi menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan spiritual dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Pos terkait