150 Guru dan Dosen Bahas Pemanfaatan AI di Kediri

150 Guru dan Dosen Ikuti Sarasehan ISNU Kota Kediri Bahas Pemanfaatan AI.
150 Guru dan Dosen Ikuti Sarasehan ISNU Kota Kediri Bahas Pemanfaatan AI.

LINTASJATIM.com, Kediri – Sebanyak 150 guru dan dosen mengikuti sarasehan bertema ‘Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Akademik’ yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Kediri bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syekh Wasil Kediri dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kota Kediri.

Kegiatan tersebut berlangsung di UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu (23/9/2026), dengan membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas akademik, khususnya bagi guru dan dosen.

Bacaan Lainnya

Ketua ISNU Kota Kediri, Moh. Asror Yusuf, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kalangan perguruan tinggi dan pendidikan menengah dalam merespons perkembangan teknologi AI.

“Perkembangan AI perlu direspons secara konstruktif oleh kalangan akademisi dan pendidik. AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai teknologi yang menggantikan pekerjaan manusia, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja akademik,” paparnya.

Menurut Asror, pemanfaatan AI juga menuntut kecakapan baru bagi pendidik. Guru dan dosen tidak cukup hanya mampu menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI, tetapi juga perlu memahami cara memverifikasi informasi, menjaga integritas akademik, mencantumkan sumber secara tepat, serta menggunakan AI sebagai alat bantu tanpa menghilangkan proses berpikir kritis.

Ketua LPPM UIN Syekh Wasil Kediri, Moh. Shofiyul Huda, mengatakan pemanfaatan AI menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian di lingkungan pendidikan karena dapat mendukung berbagai aktivitas akademik.

“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa memberi wawasan dan keterampilan untuk menunjang pekerjaan sivitas akademika agar lebih maksimal,” terangnya.

Menurut Shofiyul, kehadiran AI membuka peluang untuk mengembangkan berbagai aktivitas akademik, mulai dari pencarian dan pengelolaan informasi, penyusunan bahan pembelajaran, pengembangan gagasan penelitian, hingga mendukung proses penulisan akademik.

Sarasehan tersebut menghadirkan Agus Danu Groho dari Universitas Airlangga (Unair) sebagai narasumber. Hadir pula Ketua MGMP PAI SMA Kota Kediri, Ali Masduki.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi guru dan dosen untuk memperluas pemahaman mengenai penggunaan AI sekaligus mempertimbangkan aspek etika dan integritas dalam pemanfaatannya di lingkungan akademik.

Pos terkait