LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menangani kerusakan di dua titik Jembatan Koncer. Untuk sementara, kendaraan berat atau truk bermuatan dilarang melintas guna mencegah kondisi jembatan semakin memburuk.
Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, mengatakan penanganan saat ini masih berupa tambal sulam. Langkah tersebut dilakukan sembari pemerintah menyiapkan perencanaan penggantian jembatan.
“Untuk apa, bukan perbaikan permanen, tapi perbaikan tambal sulam dulu. Kenapa ditambal sulam? Karena kita hari ini, bulan ini sudah ada boring (pengeboran untuk mengetahui kontur tanah dan kedalaman pondasi jembatan) di situ untuk persiapan perencanaannya,” kata Ansori saat dikonfirmasi di Pendopo Bupati Bondowoso, Senin (21/9/2026).
Ansori menegaskan tambal sulam bukan solusi permanen. Pemerintah masih melakukan kajian teknis sebagai dasar untuk menentukan pembangunan jembatan pengganti.
“Bukan rehab, penggantian jembatan. Tapi nanti diusulkan ke mana sesuai dengan hasil boring kita, hasil perencanaan kita,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan awal, pembangunan jembatan baru diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Namun, kebutuhan tersebut masih dapat berubah karena angka final baru ditentukan setelah perencanaan selesai.
“Pengajuan itu kan dari perencanaan dulu. Butuh berapa sih anggaran,” katanya.
Sembari proses perencanaan berjalan, pemerintah daerah melakukan pembatasan kendaraan yang melintas. Kendaraan pribadi masih diperbolehkan, sedangkan truk bermuatan dilarang melewati Jembatan Koncer.
“Dengan kondisi seperti ini, truk bermuatan sudah tidak bisa lewat sebenarnya. Tidak boleh lewat. Kalau kendaraan pribadi mungkin bisa,” tegas Ansori.
Pembatasan lalu lintas dilakukan Pemkab Bondowoso bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian. Sejumlah langkah telah diterapkan, antara lain pemasangan portal dan pengalihan arus untuk mencegah kendaraan berat melintas.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena portal yang dipasang di lokasi beberapa kali ditabrak kendaraan hingga rusak atau hilang.
“Kita sudah melakukan portal, melakukan pengalihan arus, tapi tetap hilang. Padahal kita sudah melibatkan dari Dinas Perhubungan, dengan Lantas juga. Kita sudah lakukan langkah-langkah seperti itu,” ungkap Ansori.
Petugas juga melakukan penjagaan di sekitar lokasi, terutama pada malam hari. Meski demikian, fasilitas pembatas kembali mengalami kerusakan setelah dipasang.
“Kita portal kemarin, ditabrak, hilang lagi. Kita akan upayakan seperti itu untuk membatasi kendaraan yang lewat di sana,” katanya.
Sementara itu, penggantian Jembatan Koncer masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah daerah perlu menyelesaikan proses pengeboran dan kajian teknis sebelum menentukan skema pengajuan anggaran.
Ansori mengatakan Pemkab Bondowoso tetap menargetkan penggantian jembatan tersebut. Jika belum dapat direalisasikan pada 2026, pengajuan akan diarahkan untuk tahun berikutnya.
“Targetnya kita masih usulkan. Sudah kita lakukan boring, kita lakukan proses perencanaan. 2026 kalau perbaikan tidak memungkinkan, kita usulkan 2027,” pungkasnya. (Rif)





