MTsN 4 Bondowoso Bantah Buang MBG, Ini Penjelasannya

Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, M.Pd., saat menyampaikan klarifikasi terhadap video yang beredar.
Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, M.Pd., saat menyampaikan klarifikasi terhadap video yang beredar.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial yang menarasikan dugaan pembuangan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Erna menyayangkan beredarnya video tersebut karena dinilai membangun opini negatif terhadap sekolah. Menurutnya, isi video tidak menggambarkan kronologi kejadian secara utuh sehingga memunculkan kesan seolah-olah MTsN 4 Bondowoso menolak Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyayangkan adanya video dengan framing negatif tersebut karena membuat seolah-olah sekolah menolak Program Makan Bergizi Gratis. Padahal kenyataannya tidak demikian,” ujar Erna, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi makanan pada Senin (20/7/2026) terjadi karena akses menuju sekolah ditutup akibat kunjungan Wakil Menteri di Desa Lombokulon, Kecamatan Wonosari.

Selain itu, halaman MTsN 4 Bondowoso digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu sehingga aktivitas di sekitar sekolah menjadi lebih padat.

Menurut Erna, pihak penyedia MBG telah menginformasikan keterlambatan pengiriman melalui pesan WhatsApp karena kendaraan distribusi tidak dapat melintasi jalur menuju sekolah.

Akibat keterlambatan tersebut, sebagian siswa lebih dulu membeli makanan di koperasi sekolah yang memang disediakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

“Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis,” jelasnya.

Erna menegaskan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa bukan dibuang begitu saja, sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, makanan yang tersisa dikumpulkan oleh pihak sekolah, kemudian dibawa pulang oleh beberapa guru yang memelihara ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erna mengatakan MTsN 4 Bondowoso justru merasakan manfaat besar dari Program Makan Bergizi Gratis. Ia mengungkapkan masih ada siswa yang pingsan saat upacara karena belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

“Pada pelaksanaan upacara hari Senin kemarin masih ada siswa yang pingsan karena belum sarapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis sangat dibutuhkan oleh anak-anak kami,” ungkapnya.

Menurut Erna, program tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan berharap program MBG dapat terus berlanjut.

Di akhir keterangannya, Erna mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus menghindari kesalahpahaman mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di MTsN 4 Bondowoso. (Rif)

Pos terkait