LINTASJATIM.com, Bondowoso – Lapas Kelas IIB Bondowoso menggelar razia gabungan di blok hunian, Senin (21/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menyita tiga senjata tajam (sajam) rakitan dan sejumlah barang lainnya.
Razia dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Bondowoso.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kalapas Kelas IIB Bondowoso Nunus Ananto, Amd.IP., S.H., M.M. Ia didampingi AKP Hariyanto, S.H. dari Brimob, Letda CPM Sholihin dari Polisi Militer, Serma Bowo dari Kodim 0822, AKBP Indra Brahmana dari BNNK, serta Ipda Munir dari Polres Bondowoso.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 10 jenis barang yang kemudian diamankan untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Selain tiga sajam rakitan, petugas menyita 44 korek api, empat sendok besi, empat pinset, dua cermin, tiga paku, dua pemotong kuku, delapan alat cukur, dua set kartu remi, dan delapan botol kaca.
Nunus mengatakan razia gabungan tersebut merupakan upaya Lapas Bondowoso untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan hasil pelaksanaan razia gabungan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIB Bondowoso bersama dengan Kodim 0822, Polres Bondowoso, Brimob Bondowoso, Polisi Militer Bondowoso, serta BNN,” ujar Nunus.
Selain penggeledahan, petugas bersama BNNK juga melakukan tes urine terhadap 200 warga binaan. Hasil pemeriksaan terhadap seluruh warga binaan yang menjalani tes urine tersebut dinyatakan negatif.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Bondowoso. Kami terus melakukan deteksi dini dan pengawasan secara berkala, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait,” katanya.
Nunus menegaskan seluruh barang hasil temuan telah diamankan untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seluruh barang hasil temuan tersebut telah kami amankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Nunus, keterlibatan lintas institusi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Lapas agar tetap aman dan kondusif.
“Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Kolaborasi antara Lapas, TNI, Polri, Polisi Militer, dan BNN menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif,” katanya.
Ia memastikan kegiatan deteksi dini, pengawasan, dan razia akan terus dilakukan secara berkala.
“Ke depan, kegiatan deteksi dini, pengawasan, dan razia akan terus kami lakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Lapas Bondowoso dalam mewujudkan Lapas Zero Halinar, serta memastikan seluruh proses pembinaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan optimal,” tutur Nunus.
Nunus juga berharap sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Bondowoso.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat terus diperkuat demi menciptakan Lapas Bondowoso yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.





