Lab Ungkap MBG SMPN 1 Kabuh Terkontaminasi Bakteri

Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada. Sumber foto: www.detik.com
Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Jombang – Hasil pemeriksaan laboratorium mengungkap adanya kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Jombang.

Sebanyak 256 siswa dan empat guru sebelumnya mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9/2026). Mereka mengeluhkan sakit perut, diare, mual, muntah, pusing hingga demam.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan, pemeriksaan sampel makanan dan air telah selesai dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya.

Sampel yang diuji berasal dari SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta, di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh.

Pemeriksaan mencakup nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, tumis wortel, sawi putih, brokoli, serta air yang digunakan untuk memasak makanan.

Hasilnya, bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada air galon isi ulang yang digunakan SPPG Mangunan. Namun, kadar bakteri tersebut disebut tidak terlalu tinggi.

“Air galon isi ulang itu ada E. coli-nya,” kata dr Hexawan, Selasa (15/9/2026).

Kontaminasi yang lebih tinggi ditemukan pada menu udang saus padang. Sampel makanan tersebut tercatat mengandung E. coli hingga 120 CFU per gram.

Selain udang, nasi putih yang menjadi bagian dari menu MBG juga terdeteksi mengandung Bacillus cereus. Bakteri tersebut diketahui dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan keracunan makanan.

“Paling agak lumayan kandungan E. coli di udang saus padang itu. Yang kedua juga nasinya mengandung Bacillus cereus, juga bakteri,” ungkap Hexawan.

Temuan tersebut menjadi dasar Dinas Kesehatan Jombang untuk melakukan evaluasi terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG Mangunan.

Evaluasi akan mencakup seluruh proses penyediaan makanan, mulai penerimaan bahan baku, pengolahan makanan hingga perilaku petugas dalam menjaga standar higiene dan sanitasi.

“Mulai penerimaan bahan baku, bagiannya sesuai atau tidak, sesuai standar atau tidak, terus pengolahannya, perilaku petugasnya bagaimana, kan ketahuan semua. Kita evaluasi SLHS ulang,” tegasnya.

Kasus keracunan massal tersebut diketahui pada Kamis (3/9/2026) pagi, setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Dari total 256 siswa dan empat guru yang terdampak, sebanyak 175 orang disebut pulih setelah menjalani pengobatan secara mandiri pada Rabu (2/9/2026).

Sementara 85 siswa harus dibawa ke fasilitas kesehatan pada Kamis (3/9/2026) karena masih mengalami sejumlah keluhan, seperti sakit perut, diare, pusing, mual dan muntah.

SPPG Mangunan diketahui setiap hari menyiapkan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. SMPN 1 Kabuh sendiri menerima jatah untuk 639 siswa serta 47 guru dan pegawai.

Meski demikian, tidak seluruh penerima MBG di SMPN 1 Kabuh mengalami keracunan setelah menyantap menu tersebut.

Sebelum hasil laboratorium keluar, sejumlah korban menduga udang saus padang menjadi pemicu gangguan kesehatan. Dugaan itu muncul karena udang yang mereka konsumsi disebut mengeluarkan aroma kurang sedap.

Pos terkait