LINTASJATIM.com, Malang – Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang kembali mengambil langkah dalam menyikapi polemik pengunduran diri sejumlah pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) yang ramai menjadi sorotan publik.
Dikutip dari detikJatim.com, mediator Hubungan Industrial Ahli Muda DPMPTSP Kota Malang, Carter Wira Sutedja, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari manajemen rumah sakit terkait jumlah pegawai yang mengundurkan diri. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar lima hingga tujuh pegawai yang telah mengajukan resign.
“Info dari pihak Unisma yang mengundurkan diri ada 5 sampai 7 orang,” ujar Carter saat, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Carter, Disnaker akan kembali mempertemukan pihak manajemen RSI Unisma dengan para pekerja dalam forum lanjutan untuk membahas persoalan hubungan industrial, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja.
“Rencananya kami agendakan pertemuan tanggal 28 Juli dengan LKS tripartit,” katanya.
Sebelumnya, mediasi awal telah dilakukan dengan menghadirkan perwakilan pegawai sebagai pelapor bersama manajemen rumah sakit. Pertemuan lanjutan diharapkan dapat menghasilkan solusi atas persoalan yang menjadi dasar pengaduan para pekerja.
Di sisi lain, Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Nofa Diana, membenarkan adanya lima pegawai unit farmasi rawat inap yang mengundurkan diri. Ia memastikan proses pengunduran diri berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku di rumah sakit.
“Memang benar ada yang resign, dan semua dilakukan sesuai prosedur resign,” ujar Nofa.
Manajemen juga menegaskan seluruh hak pegawai yang telah mengundurkan diri tetap akan dipenuhi sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama.
“Hak-hak mereka tetap kami berikan, sesuai kesepakatan kami dengan pegawai,” tegasnya.
Dampak dari pengunduran diri tersebut membuat layanan farmasi rawat inap di lantai 4 untuk sementara dihentikan. Seluruh pelayanan farmasi kini dipusatkan di instalasi farmasi lantai 1 agar operasional rumah sakit tetap berjalan.
“Memang benar pelayanan farmasi rawat inap lantai 4 kami tutup untuk dipindahkan pelayanannya menjadi satu pintu di instalasi farmasi di lantai 1 atau depan gedung baru,” jelas Nofa.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah unggahan akun TikTok @iniaku9395 viral di media sosial. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku mengundurkan diri setelah bekerja selama delapan tahun di rumah sakit swasta dan membagikan sejumlah foto bersama rekan-rekan kerjanya.
Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan warganet dan dikaitkan dengan isu pengunduran diri sejumlah pegawai RSI Unisma yang disebut dipicu persoalan pengupahan. Hingga kini, proses mediasi antara pekerja dan manajemen masih berlanjut melalui fasilitasi Disnaker Kota Malang.





