LINTASJATIM.com, Kediri – Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar pelatihan ‘Akuntansi Sederhana bagi Pelaku UMKM’ untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola keuangan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) itu diikuti 20 UMKM binaan Bank Indonesia dari wilayah Mataraman.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang bertujuan membekali pelaku UMKM dengan kemampuan menyusun administrasi keuangan secara tertib agar usaha lebih profesional dan berdaya saing.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, penyusunan laporan keuangan, hingga penghitungan kewajiban perpajakan UMKM. Seluruh materi disampaikan oleh dosen Fakultas Ekonomi UNISKA melalui pendekatan berbasis studi kasus sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Adapun materi pelatihan meliputi pemahaman bukti transaksi dan pencatatan pada jurnal khusus oleh Srikalimah, S.E., M.M., CFA, pencatatan persediaan menggunakan metode FIFO dan Average oleh Dr. Marhaendra K., S.E., M.Ak., Ak., serta penyusunan laporan keuangan dan perpajakan UMKM oleh Puji Rahayu, S.E., M.M.
Pada sesi perpajakan, peserta juga diperkenalkan dengan ketentuan terbaru perpajakan UMKM sesuai regulasi yang berlaku. Selain teori, peserta mendapat kesempatan mempraktikkan penggunaan sistem Coretax, mulai dari pengecekan Surat Keterangan Terdaftar (SKT), akses sistem, hingga simulasi pelaporan pajak.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik penyusunan laporan keuangan dengan pendampingan langsung dari para dosen Fakultas Ekonomi UNISKA. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memahami penerapan konsep akuntansi secara langsung sesuai kondisi usaha masing-masing.
Ketua panitia, Indah Yuni Astuti, S.E., M.M., mengatakan pelatihan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta.
“Kegiatan ini memberi dampak positif karena mendorong pelaku UMKM memiliki sistem pelaporan keuangan yang lebih jelas sehingga dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha demi mewujudkan UMKM yang berkelanjutan,” ujarnya.
Peserta mengaku memperoleh wawasan baru, khususnya mengenai pentingnya pencatatan keuangan secara rutin. Mereka juga menilai sesi praktik memudahkan penerapan materi yang telah dipelajari dalam pengelolaan usaha.
Selain penguatan kapasitas di bidang keuangan, peserta juga akan memperoleh pendampingan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk bagi pelaku usaha kreatif seperti pembatik yang ingin mendaftarkan motif batiknya.
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Indonesia dan Fakultas Ekonomi UNISKA Kediri berharap UMKM binaan di wilayah Mataraman yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, dan Pacitan semakin mampu meningkatkan kualitas tata kelola usaha, memiliki legalitas yang lebih kuat, serta tumbuh secara berkelanjutan. (srikalimah/red)





