LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pengurus Komisariat (PK) PMII RBA Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) XII di MTs Darussalam Ibrahimy Sumber Kokap, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, Kamis (21/5/2026) sampai Senin (25/5/2026).
PKD yang mengusung tema ‘I’maluu Fauqa Maa Amilu’ tersebut menjadi bagian dari kaderisasi formal lanjutan pasca Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) untuk membentuk kader PMII yang kuat secara ideologis dan kritis terhadap persoalan sosial, pendidikan, media, serta gerakan masyarakat.
Peserta kegiatan berasal dari kader internal PMII Rayon Averroes, Rayon Avicenna, dan Rayon Rabi’ah Al-Adawiyah. Kegiatan juga diikuti kader eksternal dari PK PMII Universitas Islam Jember.
Rangkaian acara diawali dengan Sholawat Pergerakan dan opening ceremony di halaman masjid pada Kamis (21/5/2026) malam. Selama tiga hari, peserta mengikuti proses kaderisasi intensif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, follow up materi, hingga forum reflektif bersama fasilitator.
Sejumlah tokoh pesantren dan akademisi hadir sebagai pemateri. KH Madzkur Damiri menyampaikan materi Aswaja sebagai Manhaj Al-Harakah dan Haluan PMII, sementara materi Nilai Dasar Pergerakan (NDP) disampaikan KH Mas’oed Aly.
Peserta juga mendapatkan materi Paradigma PMII dari Mukhlis, Critical Thinking oleh Abduh, serta Strategi Pengembangan PMII Berbasis Akademik dan Profesi oleh Moh Lutfi.
Selain itu, materi Analisis Kebijakan Kampus, Analisis Wacana dan Media Representatif Gender, Analisis Sosial dan Rekayasa Sosial, hingga Nahdlatun Nisa’ turut memperkaya wawasan kader terkait realitas sosial dan tantangan gerakan mahasiswa saat ini.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah Simulasi Aksi yang dipandu Nanang Sholih. Dalam sesi tersebut, peserta dilatih memahami tahapan demonstrasi, mulai dari pemetaan isu, penggalian data sosial, manajemen aksi, strategi advokasi, hingga pola komunikasi gerakan.
Peserta juga dikenalkan dengan berbagai peran dalam aksi demonstrasi, seperti koordinator lapangan, orator, juru bicara, negosiator, tim media, hingga perlengkapan aksi.
Ketua Panitia OC, Fionaldo Alfindani, mengatakan kegiatan PKD merupakan bentuk komitmen PMII dalam menjaga proses kaderisasi agar berjalan serius dan terarah.
“Kegiatan ini lahir dari semangat kolektif pengurus dan kader untuk memastikan kaderisasi formal PMII tetap hidup dan berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PK PMII RBA IAI At-Taqwa Bondowoso, Romlani Yahya, menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjaga idealisme perjuangan setelah menjalani proses kaderisasi.
“PMII membutuhkan kader yang tetap berpikir kritis, bergerak progresif, dan tidak kehilangan semangat pengabdian,” tegasnya.
PKD XII resmi ditutup pada Senin (25/5/2026) dini hari setelah seluruh peserta menjalani posttest dan evaluasi akhir kaderisasi. Penutupan berlangsung khidmat di halaman masjid sebagai penanda berakhirnya kaderisasi formal tingkat dasar bagi para peserta.





