Ketua PSSI Bantah Suporter Tewas

Tangkapan layar aksi pengeroyokan antar suporter pada semi final piala PSSI Banyuwangi. Sumber foto: www.detik.com
Tangkapan layar aksi pengeroyokan antar suporter pada semi final piala PSSI Banyuwangi. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Ketua PSSI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto membantah kabar meninggalnya suporter dalam kericuhan laga sepak bola antarkampung (tarkam) perebutan Piala PSSI Banyuwangi.

Dikutip dari detikJatim.com, menurut Michael, bentrokan antar suporter yang terjadi sebelum pertandingan pada Kamis (28/5/2026) memang menyebabkan sejumlah orang terluka. Namun ia memastikan seluruh korban telah mendapat perawatan dan tidak ada korban jiwa.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada itu, tidak ada yang meninggal. Tidak benar itu, ya kalau yang luka ada karena itu memang ada lemparan batu kena kepala juga,” kata Michael, Jumat (29/5/2026).

Kericuhan tersebut sempat viral di media sosial setelah beredar video aksi tawuran dan penganiayaan terhadap suporter di luar area lapangan. Sedikitnya enam orang dilaporkan menjalani perawatan medis akibat bentrokan itu.

Michael menjelaskan, insiden pecah sekitar 30 menit sebelum pertandingan dimulai. Ia menduga ada pihak yang sengaja memprovokasi situasi hingga berujung ricuh.

“Tawuran itu khan terjadi 30 menit sebelum pertandingan, memang video yang beredar itu mengerikan sekali. Tapi saya menduga ini ada provokator yang sengaja bikin gaduh dan ingin merusak sportivitas dalam pertandingan,” ujarnya.

Meski sempat diwarnai kerusuhan, pertandingan tetap berlangsung. Michael menegaskan turnamen tersebut digelar untuk membangun iklim sepak bola yang sehat dan sportif di Banyuwangi.

Ia juga menolak jika kericuhan itu dikaitkan dengan kepentingan politik karena dirinya menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi.

“Saya ingin menciptakan sepakbola yang sehat dan baik di Banyuwangi ini, tapi ada pihak tertentu yang mengaitkan ini dengan politik karena saya dari Demokrat. Tapi jangan begitu lah, ayo kita bersama-sama ciptakan sepak bola yang baik untuk Banyuwangi,” tegasnya.

Michael bahkan menilai rentetan kerusuhan selama gelaran Piala PSSI Banyuwangi hingga babak semifinal diduga diarahkan untuk menjatuhkan dirinya dari kursi Ketua PSSI Banyuwangi.

“Jangan juga politik dicampurkan dengan olahraga ini, saya paham, kalau pertandingannya ndak jalan dan kerusuhan terus nanti saya mundur dari PSSI,” pungkasnya.

Pos terkait