Kapal Ikan Terbakar Saat Docking di Mayangan

KM Gracias Tanjung Perak, milik CV Pesona Mandiri terbakar di Pelabuhan Mayangan Problinggo. Sumber foto: www.detik.com
KM Gracias Tanjung Perak, milik CV Pesona Mandiri terbakar di Pelabuhan Mayangan Problinggo. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Probolinggo – Kebakaran melanda kapal motor KM Gracias Tanjung Perak saat menjalani perbaikan di Dermaga UPT P3 Pantai Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (20/4/2026) sore. Insiden tersebut terjadi usai aktivitas perbaikan selesai dilakukan.

Dikutip dari detikJatim.com, berdasarkan informasi yang dihimpun, api mulai terlihat sekitar pukul 14.55 WIB, hanya beberapa menit setelah para pekerja meninggalkan kapal. Nakhoda kapal, Bahar, menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia melihat asap pekat disertai kobaran api muncul dari bagian kapal, tepatnya di area mesin. Dugaan sementara, kebakaran dipicu percikan api dari proses pemotongan pipa dan pengelasan yang sebelumnya dilakukan di ruang mesin.

Percikan itu diduga menyambar material mudah terbakar, termasuk bahan bakar minyak (BBM), sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain kapal.

Petugas pelabuhan bersama ABK dan Poskamladu Mayangan segera melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan peralatan seadanya. Satu unit mobil tangki pelabuhan juga dikerahkan untuk mengendalikan api.

Tak lama kemudian, tim pemadam kebakaran dari Pemkot Probolinggo tiba di lokasi dengan tiga armada. Proses pemadaman turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, Polairud, TNI AL, hingga Syahbandar dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.10 WIB melalui layanan darurat.

“Kami menerima laporan adanya kebakaran kapal pencari ikan di kawasan Pelabuhan PPM. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan tiga unit mobil damkar,” ujarnya.

Ia menambahkan, api relatif cepat dikendalikan berkat kerja sama tim di lapangan.

“Api cepat dikendalikan karena kami dibantu ABK menggunakan mesin genset untuk menyedot air laut dan menyemprotkan ke titik api,” katanya.

Menurutnya, ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi adanya korban. Namun hingga proses pemadaman selesai sekitar pukul 16.30 WIB, tidak ditemukan korban jiwa.

Sementara itu, Penasehat Nelayan Mayangan, Hermanto, menyebut kapal tersebut tengah bersandar untuk perawatan rutin. KM Gracias Tanjung Perak diketahui biasa beroperasi sebagai kapal pengangkut ikan di wilayah Dobo, Kepulauan Aru, Maluku.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian ditaksir ratusan juta hingga sekitar Rp1 miliar,” kata Hermanto.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 30 persen bagian kapal dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di area buritan dan ruang mesin. Hingga kini, aparat terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Pos terkait