LINTASJATIM.com, Tulungagung – Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Tulungagung memperkuat sinergi antar lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) guna mengoptimalkan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Ketua PC MDS Rijalul Ansor Tulungagung, M. Fahmi Arafat, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat gerakan dakwah di tengah dinamika zaman.
“Hari ini adalah era sinergitas untuk memaksimalkan dakwah yang kaffah. Ini menjadi ikhtiar bersama dalam mengisi ruang-ruang di kalangan NU sekaligus memperkuat Aswaja An-Nahdliyah,” ujarnya.
Menurut Fahmi, sinergi antar lembaga juga berperan penting dalam optimalisasi distribusi kader, khususnya di kalangan pemuda dan alumni pesantren. Penempatan kader dilakukan secara proporsional sesuai kapasitas, minat, dan bakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah lembaga NU dalam rangkaian pembukaan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang diikuti 121 peserta.
Kerja sama itu meliputi distribusi kader ke berbagai bidang, di antaranya ke pondok pesantren melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta penguatan fungsi masjid dan musala melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU.
Selain itu, kader dengan minat kajian hukum Islam akan dibina melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU, serta penguatan ideologi Aswaja melalui Aswaja NU Center.
Fahmi menilai langkah ini tidak hanya memperluas peran kader, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga akidah Aswaja dari berbagai paham di luar tradisi NU.
Ia menekankan pentingnya kaderisasi yang terstruktur dan sistematis sebagai fondasi organisasi ke depan.
“Ansor adalah masa depan NU. Kaderisasi harus berjalan runtut dan sistemik, karena kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan keburukan yang tertata rapi,” tegasnya.
Ke depan, MDS Rijalul Ansor Tulungagung menargetkan diri sebagai wadah penguatan peran santri di lingkungan NU. Melalui sinergi antar lembaga, diharapkan gerakan dakwah di Tulungagung semakin terstruktur, kuat, dan mampu menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan.





