Bank Sampah di Bojonegoro Ubah Limbah Jadi Energi dan Bayar Pajak

BSMKH di Ngasem-Bojonegoro olah sampah jadi energi terbarukan hingga solusi bayar PBB warga. Sumber foto: beritajatim.com
BSMKH di Ngasem-Bojonegoro olah sampah jadi energi terbarukan hingga solusi bayar PBB warga. Sumber foto: beritajatim.com

LINTASJATIM.com, Bojonegoro – Inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat berkembang di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH), limbah rumah tangga tidak hanya ditangani, tetapi juga diolah menjadi sumber energi alternatif hingga dimanfaatkan untuk membantu warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bacaan Lainnya

Dikutip dari beritajatim.com, program binaan Pertamina EP Cepu Zona 12 ini mengusung pendekatan terpadu dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya memilah dan menjual sampah bernilai ekonomi, BSMKH juga mengolah plastik bernilai rendah menggunakan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar alternatif.

“Untuk sampah anorganik yang layak jual seperti kardus dan botol mineral, tetap kita jual. Namun, untuk sampah plastik yang harganya menipis, kami ubah menjadi bahan bakar alternatif melalui faspirolisis,” ujar Ketua BSMKH, Ujang Surya Abdillah, Sabtu (18/4/2026).

Selain itu, limbah organik dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasilnya kemudian digunakan sebagai pakan bernutrisi bagi peternak unggas dan pembudidaya ikan di sekitar desa.

Salah satu program andalan yang telah berjalan sejak 2016 adalah ‘Tabungan Sampah untuk PBB’. Melalui program ini, warga dapat menabung sampah yang kemudian dikonversi menjadi nilai rupiah untuk membayar pajak tahunan.

Setiap dua bulan, petugas BSMKH melakukan penjemputan sampah ke tingkat RT untuk ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan milik warga. Skema ini dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat sekaligus meringankan beban ekonomi.

Keberhasilan program tersebut juga didukung oleh peran aktif kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam kader ‘My Darling’ (Masyarakat Sadar Lingkungan), yang secara konsisten mengedukasi warga agar memilah sampah sejak dari rumah.

“Alhamdulillah, dengan niat tulus dan dukungan masyarakat, kami tidak menemui kendala berarti. Kami selalu terbuka untuk bersinergi dengan dinas terkait dan siap menularkan ilmu ini kepada siapa saja demi lingkungan yang lebih sehat,” tambah Ujang.

Kini, BSMKH menjadi contoh pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung sektor pertanian dan peternakan lokal.

Pos terkait