Tertipu Loker, 153 Warga Terlantar Dipulangkan

Orang telantar di Jatim dipulangkan ke daerah asalnya. Sumber foto: www.detik.com
Orang telantar di Jatim dipulangkan ke daerah asalnya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Ratusan warga yang terlantar di Jawa Timur akhirnya dipulangkan ke daerah asal setelah mendapat penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial. Mayoritas dari mereka menjadi korban penipuan lowongan kerja yang marak beredar di media sosial.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengungkapkan bahwa selama periode 19 Februari hingga 31 Maret 2026, pihaknya telah menangani dan memulangkan total 153 orang terlantar.

Bacaan Lainnya

“Selama periode 19 Februari 2026 sampai 31 Maret 2026 ada 153 orang terlantar yang telah kami pulangkan ke daerah asalnya,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Novi, modus penipuan kerja menjadi penyebab dominan. Para korban umumnya tergiur informasi lowongan di platform seperti Facebook, lalu berangkat ke Surabaya dengan biaya terbatas. Namun setibanya di lokasi, mereka justru ditinggalkan karena dianggap tidak memenuhi syarat.

“Ada yang berangkat rombongan, tapi sesampainya di Surabaya tidak sesuai kriteria, lalu diturunkan di pelabuhan dan ditelantarkan,” jelasnya.

Kondisi semakin sulit karena sebagian besar korban hanya membawa uang pas-pasan untuk perjalanan. Beruntung, bantuan dari warga sekitar dan aparat membuat mereka bisa terhubung dengan Dinas Sosial.

“Untungnya di pelabuhan banyak yang membantu mengarahkan ke kepolisian hingga akhirnya kami bisa memulangkan mereka,” tambah Novi.

Selain kasus penipuan kerja, Dinsos Jatim juga menangani berbagai latar belakang lain, seperti korban prostitusi online hingga individu yang kehabisan biaya saat dalam perjalanan.

“Ada juga yang awalnya diajak mucikari lalu terlantar setelah kasusnya ditangani polisi. Mereka kebingungan dan ingin pulang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kasus unik juga ditemukan, mulai dari pelarian dengan pasangan orang lain hingga pencari ilmu tertentu yang kehabisan bekal.

Dalam proses pemulangan, Dinsos memastikan verifikasi identitas dilakukan cepat serta memberikan fasilitas dasar bagi para korban.

“Kami data dari kartu identitasnya, lalu kami fasilitasi kepulangan. Bahkan kami beri pakaian layak agar mereka tidak dikucilkan saat perjalanan,” jelas Novi.

Dari total 153 orang, sekitar 30 persen berasal dari Jawa Barat. Sisanya datang dari berbagai daerah lain, termasuk Sulawesi dan Papua.

“Mayoritas dari Jawa Barat, sekitar 50 orang. Ada juga dari Sulawesi, Papua, dan wilayah lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait