LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Potensi kenaikan harga minyak dunia imbas memanasnya konflik di Timur Tengah mulai diantisipasi pemerintah.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan uji coba kapal listrik untuk nelayan harian sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Dikutip dari detikJatim.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, uji coba tersebut difokuskan pada konsep one day fishing dan melibatkan perguruan tinggi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Kami sendiri di KKP untuk one day fishing sedang uji cobakan dengan Dikti dan BRIN, khususnya untuk kapal listrik,” ujar Trenggono saat meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (3/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mendorong transisi energi baru terbarukan di sektor perikanan. Trenggono menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan program nasional pengembangan biodiesel dan energi ramah lingkungan di berbagai sektor.
“Pemerintah sekarang tengah melakukan langkah-langkah jangka panjang, salah satunya dengan membangun biodiesel dan energi baru terbarukan di seluruh sektor,” tegasnya.
Menurutnya, gejolak harga minyak global berpotensi memukul sektor perikanan karena mayoritas armada nelayan masih bergantung pada BBM. Jika harga minyak dunia melonjak, biaya operasional melaut otomatis ikut terdongkrak.
“Karena nelayan kita masih menggunakan bahan bakar minyak, itu nanti bisa jadi berdampak pada kenaikan harga minyak,” jelas Trenggono.
Di Banyuwangi sendiri, sekitar 25 ribu warga menggantungkan hidup sebagai nelayan. Perahu kecil jenis kitir rata-rata menghabiskan 40 liter bensin atau 20 liter solar untuk sekali melaut. Sementara kapal lebih besar jenis slerek membutuhkan BBM hingga dua kali lipat dari perahu kitir.
Meski ancaman kenaikan harga BBM membayangi, sebagian nelayan memilih tetap tenang. Husen, nelayan one day fishing asal Lateng, mengaku belum terlalu memikirkan dampaknya.
“Tidak mikir dulu, pasti sama orang di atas-atas itu akan dipikirkan caranya,” ujar Husen santai.
Uji coba kapal listrik diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar nelayan tak lagi terlalu terpapar fluktuasi harga minyak dunia, sekaligus mendorong sektor perikanan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.





