LINTASJATIM.com, Sidoarjo – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-71 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menjadi ajang refleksi bagi seluruh kader.
Ketua PC IPPNU Sidoarjo, Alya Putri Afifathul Husna, menegaskan bahwa peringatan hari lahir bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan peneguhan arah gerak organisasi.
“Hari lahir bukan sekadar peringatan usia, tetapi momentum refleksi untuk melihat dari mana kita memulai dan ke mana langkah harus diarahkan,” ujar Alya kepada, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, tema Harlah IPPNU ke-71, ‘Beyond Every Boundary’, bukan hanya slogan, tetapi ajakan untuk melampaui berbagai batas, mulai dari keraguan diri, rasa lelah, hingga zona nyaman.
“IPPNU telah membuktikan bahwa pelajar putri mampu menembus sekat keterbatasan dan hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Alya mengakui perjalanan organisasi selama 71 tahun tidak lepas dari dinamika dan tantangan. Namun, usia panjang tersebut menjadi bukti bahwa semangat kaderisasi dan pengabdian terus terjaga.
“Lelah boleh datang, tetapi berhenti bukan pilihan. Khidmah menuntut ketulusan, dan ketulusan melahirkan keteguhan,” ungkapnya.
Alumni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) itu juga menekankan pentingnya IPPNU tetap menjadi ruang aman dan strategis bagi pelajar putri untuk berkembang.
Di tengah perubahan era digital dan dinamika isu perempuan, organisasi diharapkan mampu adaptif tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Batas terbesar bukan pada keadaan, melainkan pada keberanian untuk melampauinya,” tambahnya.
Di usia ke-71, Alya berharap kader IPPNU terus menjadi bagian dari perubahan positif di tengah masyarakat.
“Semoga rekanita tetap menjadi cahaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga berani membakar gelap dengan keberanian dan integritas,” pungkasnya.





