Bulog Tulungagung Masifkan Penyerapan Gabah-Jagung Petani Meski Bulan Ramadan

Penyerapan gabah oleh Bulog Tulungagung. (Jazuli)
Penyerapan gabah oleh Bulog Tulungagung. (Jazuli)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung terus mengakselerasi penyerapan hasil panen petani di tingkat lapangan.

Meski memasuki momentum Ramadan, langkah jemput bola tetap digencarkan guna memastikan stok pangan nasional aman serta mendukung target swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kepala Cabang BULOG Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, turun langsung memantau aktivitas tim ‘Jemput Pangan’ di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki. Ia menyatakan bahwa saat ini proses penyerapan gabah maupun jagung sudah mulai dilaksanakan secara masif.

“Kami melakukan penyerapan langsung ke tingkat petani. Gabah mereka kami beli seharga Rp6.500 per kilogram dengan syarat kondisi gabah harus sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Yonas saat ditemui di lokasi peninjauan, Jumat (27/2/2026).

Yonas memerinci bahwa kriteria gabah yang layak serap antara lain harus cukup umur saat dipanen, tidak didominasi butir hijau (padi muda), serta bukan gabah yang telah mengendap lama hingga mengalami kerusakan.

Menurutnya, aspek kualitas sangat krusial karena berkaitan dengan kualitas beras yang akan dihasilkan nantinya sebagai stok cadangan pangan nasional.

Hingga Februari 2026 ini, BULOG Tulungagung mencatatkan capaian yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Saat ini, sebanyak 15.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 5.000 ton jagung pipil kering telah berhasil diserap.

“Ini merupakan pencapaian yang sangat positif. Sebagai perbandingan, pada Februari 2025 lalu belum ada realisasi serapan sama sekali. Dengan capaian saat ini, saya optimistis target yang diamanahkan kepada kami dapat tercapai,” tegas Yonas.

Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen, pihak BULOG juga telah menyiapkan strategi logistik dengan menyediakan gudang-gudang alternatif di luar gudang induk.

Hal ini dilakukan untuk menjamin kapasitas tampung tetap tersedia bagi hasil panen petani tahun ini. Yonas menjelaskan bahwa langkah antisipatif tersebut bertujuan agar tidak ada kendala teknis seperti keterbatasan ruang simpan (space) yang dapat menghambat proses penyerapan di lapangan.

Target Meningkat 52 Persen

Pasca keberhasilan swasembada pada tahun 2025, pemerintah kini menetapkan target yang lebih tinggi untuk menjaga ketahanan pangan. Secara nasional, Perum BULOG ditargetkan menyerap 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung pipil.

Khusus untuk wilayah kerja BULOG Tulungagung, target penyerapan tahun 2026 ditetapkan sebesar 64.000 ton setara beras dan 11.000 ton jagung pipil. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 52% jika dibandingkan dengan target tahun 2025 yang berada di angka 42.000 ton.

Meskipun target tersebut cukup menantang, Yonas tetap optimistis karena wilayah kerjanya mencakup daerah-daerah sentra produksi padi dan jagung. Sinergi lintas sektoral pun terus diperkuat.

“Kami telah menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, para penyuluh, hingga mitra penggilingan dan pengeringan. Jika pada 2025 kami bisa mencapai 100%, insyaallah pada 2026 ini juga bisa kami optimalkan,” tambahnya.

Respons positif juga datang dari para petani di lapangan. Nyono, salah satu petani di Desa Tanggulkundung yang gabahnya dibeli langsung oleh BULOG, mengaku sangat terbantu dengan adanya program jemput bola ini.

Ia berharap program serupa terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan dan memotivasi petani untuk terus berproduksi.

“Harapannya ini terus berlanjut agar kesejahteraan petani semakin baik dan kami semakin semangat menanam padi,” pungkas Nyono. (jaz/red)

Pos terkait