LINTASJATIM.com, Bondowoso – Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso kembali membuahkan hasil. Warga binaan berhasil memanen sekitar 35 kilogram selada air yang dibudidayakan di area pertanian lapas.
Hasil panen tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Panen selada air dipantau langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Bondowoso, Mamatrono, bersama Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Adi Indarto.
Mamatrono menjelaskan, program pertanian melalui SAE tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.
“Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan. Mereka tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga memahami proses produksi hingga pemasaran hasil panen,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Bondowoso berjalan efektif dan mampu meningkatkan keterampilan warga binaan.
Sementara itu, Adi Indarto mengungkapkan bahwa hasil panen selada air mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, seluruh hasil panen telah dipesan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bondowoso.
“Ini menunjukkan bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan diterima pasar. Selain mendukung program pembinaan, hasil panen juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” katanya.
Program SAE merupakan salah satu bentuk pembinaan berbasis keterampilan yang terus dikembangkan Lapas Bondowoso. Selain sektor pertanian, berbagai kegiatan produktif lainnya juga dijalankan untuk meningkatkan kemampuan kerja warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bondowoso berharap warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan disiplin, etos kerja, dan kepercayaan diri sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Keberhasilan panen selada air ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan kegiatan yang produktif, bernilai ekonomi, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Rif)





