Mahasiswa PPG UM Kembangkan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal

Mahasiswa PPG Calon Guru Tahun 2026 UM, Aqiqul Putra Zaibintoro.
Mahasiswa PPG Calon Guru Tahun 2026 UM, Aqiqul Putra Zaibintoro.

LINTASJATIM.com, Malang – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 Universitas Negeri Malang, Aqiqul Putra Zaibintoro, mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal melalui metode Differentiated Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) di SMP Laboratorium UM.

Inovasi tersebut diterapkan pada mata pelajaran Informatika kelas VIII dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih relevan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Bacaan Lainnya

Metode itu lahir dari hasil observasi selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Aqiqul menemukan bahwa siswa memiliki kemampuan, minat, latar belakang, dan gaya belajar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif.

Dalam penerapannya, pendekatan Culturally Responsive Teaching memanfaatkan budaya lokal Kota Malang sebagai media pembelajaran, seperti kuliner khas, pagelaran budaya, hingga destinasi wisata daerah.

Siswa, misalnya, diminta membuat tabel data kuliner khas Malang menggunakan Microsoft Excel, menyusun presentasi digital tentang budaya daerah, hingga membuat infografis wisata seperti Kampung Warna-Warni Jodipan, Museum Angkut, dan Jatim Park.

“Ketika materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, mereka menjadi lebih antusias dan mudah memahami konsep,” ujar Aqiqul.

Selain itu, pembelajaran diferensiasi juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai kemampuan dan gaya belajar masing-masing. Siswa dengan kecenderungan visual diarahkan pada tugas desain digital, sedangkan siswa yang menyukai analisis fokus pada pengolahan data dan pemecahan masalah.

Menurut Aqiqul, penerapan metode tersebut berdampak positif terhadap partisipasi siswa di kelas. Siswa menjadi lebih aktif bertanya, percaya diri saat presentasi, dan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih baik.

Keberhasilan inovasi ini didukung oleh bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan PPG, di antaranya mata kuliah Pemahaman Peserta Didik, Computational Thinking, Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, Pembelajaran Mendalam dan Asesmen, serta Growth Mindset.

Mahasiswa asal Magetan itu berharap inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menjadi inspirasi bagi calon guru lain untuk menghadirkan proses belajar yang kreatif dan berdampak nyata bagi siswa.

“Tujuan utama guru bukan hanya mengajar, tetapi memastikan setiap siswa berhasil belajar,” pungkasnya.

Pos terkait