Festival Muharram Bondowoso Catat Transaksi UMKM Rp3 Miliar

Festival Muharram Bondowoso Tahun 2026.
Festival Muharram Bondowoso Tahun 2026.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Festival Muharram 2026 resmi ditutup pada Kamis (25/6/2026) setelah berlangsung sejak 8 Juni 2026. Selama hampir tiga pekan, agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bondowoso ini menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi yang diperkirakan menghasilkan perputaran transaksi sekitar Rp3 miliar.

Penutupan festival dirangkaikan dengan kegiatan Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA), hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di daerah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Ir. Hergiar Yuli Pramanto, S.T., M.T., mengatakan Festival Muharram kini tidak hanya menjadi peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, tetapi juga berkembang menjadi agenda strategis yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Festival Muharram merupakan agenda strategis Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang selalu ditunggu masyarakat maupun pelaku usaha. Tahun ini kami berkolaborasi dengan Bank Indonesia melalui Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA), sehingga festival tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan industri halal,” ujar Hergiar.

Menurutnya, penyelenggaraan Festival Muharram 2026 melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jatim, PTPN XII, Permodalan Nasional Madani (PNM), Baznas, Hiswana Migas, A3, D’Prima, Samudera Indo Pangan, pondok pesantren, lembaga pendidikan, komunitas, pelaku UMKM, insan media, hingga masyarakat.

Melalui program Road to Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) SAMARA, Bank Indonesia menghadirkan sejumlah kegiatan, seperti Pelatihan Digitalisasi Pesantren, Tabligh Akbar dan Majelis Sholawat Bhening, Showcase UMKM dan Industri Halal, Seminar Ekonomi Pesantren, Sharia Innovation for Youth, hingga Samara Run yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar berbagai kegiatan yang mencakup pameran lukisan, khatmil Al-Qur’an, pawai lampion, sosialisasi sertifikasi halal, pagelaran rakyat, Festival Jejak Purba Bondowoso, bazar UMKM, fashion show busana muslim, pertunjukan seni budaya Islami, kontes ternak, hingga Senandung Sholawat bersama Mursyid Mostafa Atef.

Festival juga menghadirkan layanan sosial berupa pemeriksaan kesehatan mata dan operasi katarak gratis. Selama pelaksanaan kegiatan, sebanyak 2.202 warga mengikuti pemeriksaan mata, sementara 162 orang menjalani operasi katarak tanpa dipungut biaya.

Hergiar menyebut kehadiran Mursyid Mostafa Atef tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga membuka peluang promosi produk unggulan Bondowoso ke pasar internasional, khususnya Mesir.

“Kami berharap kehadiran beliau tidak hanya memberikan syiar keagamaan, tetapi juga menjadi pintu masuk promosi produk unggulan Bondowoso ke pasar internasional melalui jejaring yang dimiliki,” katanya.

Dari sisi ekonomi, panitia memperkirakan nilai transaksi selama festival mencapai sekitar Rp3 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas pelaku UMKM, pedagang kuliner, pedagang kaki lima, serta berbagai kegiatan ekonomi di kawasan Alun-Alun Bondowoso.

“Perputaran ekonomi selama Festival Muharram menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. UMKM memperoleh ruang promosi dan penjualan, masyarakat mendapatkan hiburan dan layanan sosial, sementara ekonomi daerah ikut bergerak,” ujar Hergiar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Muharram 2026, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, perangkat daerah, mitra pendukung, pondok pesantren, dunia usaha, pelaku UMKM, insan media, hingga masyarakat Bondowoso.

Hergiar berharap sinergi yang terbangun melalui Festival Muharram dan SAMARA terus diperkuat agar menjadi agenda unggulan daerah yang mampu memperkuat syiar Islam, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan industri halal, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendukung terwujudnya visi Bondowoso Berkah (Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik). (Rif)

Pos terkait