MWCNU Gondang Tulungagung Buka Posko Mudik Lebaran Berikan Fasilitas 24 Jam

Posko Mudik Lebaran MWCNU Gondang Tulungagung sudah 21 tahun. (Madchan Jazuli)
Posko Mudik Lebaran MWCNU Gondang Tulungagung sudah 21 tahun. (Madchan Jazuli)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Pemandangan berbeda terlihat di depan Masjid Sunan Ampel, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Sejumlah kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tampak sigap mengatur lalu lintas dan membantu pemudik menyeberang jalan.

Kehadiran mereka merupakan bagian dari penjagaan Posko Mudik Lebaran 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondang.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Posko Mudik Lebaran 2026 MWCNU Gondang, Wijianto, menjelaskan pendirian posko ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung. Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan untuk membantu kelancaran arus mudik.

“Maksud dan tujuannya jelas, kami ingin membantu masyarakat yang melakukan perjalanan dari kota-kota besar menuju daerah asal mereka. Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan selama 24 jam penuh selama posko ini dibuka,” ujar Wijianto saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).

Wijianto yang juga menjabat sebagai Sekretaris MWCNU Gondang menambahkan, posko tersebut menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para pemudik. Selain menyediakan tempat istirahat dan ruang salat, petugas juga menyiapkan hidangan berbuka puasa.

“Kami menyediakan fasilitas sesuai kemampuan MWCNU. Selain menjaga keamanan di jalan raya, pemudik bisa beristirahat, salat, atau berbuka puasa di sini,” imbuhnya.

Tak hanya itu, posko ini juga menawarkan layanan unik bagi pemudik yang mengalami kelelahan fisik maupun kendala teknis pada kendaraan.

“Bagi yang merasa lelah, kami menyediakan layanan pijat. Jika kendaraan mengalami masalah seperti ban kempes atau kendala lainnya, tim kami siap membantu agar perjalanan mudik masyarakat tetap lancar,” jelas Wijianto.

Istiqomah 21 Tahun Mendirikan Posko Mudik Lebaran

Posko Mudik di MWCNU Gondang ini merupakan pelaksanaan yang ke-21 kali sehingga sudah 21 tahun. Rencananya, posko akan beroperasi hingga malam hari raya Idulfitri.

Wijianto menyebutkan bahwa posko dijadwalkan tutup pada Jumat malam, namun durasi operasional akan menyesuaikan dengan ketetapan hari raya.

“Jika Lebaran jatuh pada hari Sabtu, maka posko akan tetap melayani hingga Sabtu malam pukul 24.00 WIB,” tandasnya.

Posko Mudik ini sesuai jadwal berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai Selasa (17/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026). Namun, apabila Hari Raya pada hari Sabtu, maka pelayanan akan sampai hari Sabtu malam.

Dengan teknis penjagaan akan dilakukan bergilir masing-masing pengurus, lembaga maupun Banom NU di MWCNU Gondang.

Senada, Ketua PCNU Tulungagung, KH Bagus Ahmadi, menerangkan untuk pendirian posko ini adalah instruksi organisasi kepada seluruh MWCNU yang berada di jalur perlintasan mudik utama.

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini memaparkan instruksi yang dikeluarkan PCNU sebenarnya terdapat tiga titik posko utama. Yaitu di wilayah Tulungagung yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.

“Ada tiga titik di jalur utama. Dari sisi barat dikelola oleh MWCNU Gondang, sisi timur oleh MWC Rejotangan, dan sisi utara oleh MWCNU Ngantru,” bebernya

Beliau mengaku pemilihan lokasi tersebut didasari pada potensi kepadatan lalu lintas di jalur provinsi atau Jalan Raya Nasional. Tidak lain harapannya, supaya kehadiran NU dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan dan kenyamanan para pemudik.

“Harapannya, karena ini jalur provinsi dan jalan besar, banyak pemudik yang terbantu. NU ingin berkontribusi agar perjalanan mereka lebih mudah dengan adanya posko ini,” tuturnya.

Perihal evaluasi dan rencana masa depan, Kiai Bagus mengapresiasi konsistensi MWCNU Gondang yang selama ini selalu aktif. Ia menargetkan pada tahun-tahun mendatang, kontribusi dari MWCNU lain di wilayah Tulungagung dapat semakin ditingkatkan.

“PCNU tentu mendukung penuh karena ini berada di wilayah kerja MWCNU. Kami memberikan arahan dan dukungan agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (jaz/red)

Pos terkait