Modus Donor Darah, 170 Kursi Hajatan Raib

Sebuah mobil mengangkut ratusan kursi hajatan di Pasuruan. Sumber foto: www.detik.com
Sebuah mobil mengangkut ratusan kursi hajatan di Pasuruan. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Pasuruan – Seorang pengusaha penyewaan perlengkapan hajatan di Kota Pasuruan menjadi korban penipuan bermodus kegiatan donor darah. Sebanyak 170 kursi miliknya hilang setelah dibawa kabur oleh penyewa misterius.

Dikutip dari detikJatim.com, korban bernama Ikhwan Arif (39), warga Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Ia mengaku menerima pesanan mendadak melalui WhatsApp dari seseorang yang mengaku bernama Hardiansyah pada Rabu (20/5/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Pelaku meminta ratusan kursi dikirim ke sebuah gedung di Kelurahan Tembokrejo untuk kegiatan donor darah yang disebut akan digelar selama dua hari.

Karena acara diklaim berlangsung keesokan harinya, korban langsung mengirim kursi pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Namun hingga larut malam, pihak penyewa maupun pengelola gedung tidak kunjung datang.

Ikhwan mengaku tak menaruh curiga dan memilih pulang dengan meninggalkan kursi di lokasi. Keesokan paginya, ia justru mendapat informasi mengejutkan dari pengelola gedung.

“Saya kaget karena dari pihak gedung bilang tidak ada agenda apa pun. Pas dicek, kursinya sudah tidak ada,” ujar Ikhwan, Jumat (22/5/2026).

Korban kemudian menelusuri rekaman CCTV milik warga sekitar. Dari hasil pengecekan, terlihat dua mobil pikap datang secara bergantian pada Kamis pagi sekitar pukul 06.50 WIB untuk mengangkut seluruh kursi tersebut.

“Ada dua armada yang digunakan pelaku, dua-duanya pikap, Gran Max dan Carry. Dari penelusuran saya, pelaku masuk tol,” jelasnya.

Salah satu kendaraan terlihat membawa kursi secara terbuka, sedangkan kendaraan lain menutup muatan menggunakan terpal.

Akibat kejadian itu, Ikhwan mengaku merugi hingga Rp42 juta. Ia pun berupaya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dengan membawa bukti nota penyewaan dan rekaman CCTV.

“Kemarin lapor tapi belum diterima karena tidak ada nota. Hari ini saya mau lapor lagi dengan nota dan bukti rekaman CCTV,” pungkasnya.

Pos terkait