LINTASJATIM.com, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD GPM) Jawa Timur mengapresiasi penyelenggaraan Kongres IV Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Surabaya pada Kamis (25/6/2026) sampai Sabtu (27/6/2026).
DPD GPM Jatim menilai kongres tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pelajar.
GSNI merupakan organisasi siswa berhaluan nasionalis yang berlandaskan ajaran Marhaenisme Bung Karno. Organisasi yang berdiri pada 2 Januari 1959 itu lahir dari penggabungan Gerakan Siswa Nasional (GSN) yang berpusat di Surabaya dan Ikatan Pelajar Nasional Indonesia (IPNI) yang berpusat di Yogyakarta.
Wakil Sekretaris Internal DPD GPM Jawa Timur, Nata, mengatakan pelaksanaan kongres bertepatan dengan Bulan Bung Karno sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Bulan Bung Karno, yakni bulan Juni, merupakan momentum yang tepat untuk memupuk semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa,” ujarnya kepada Lintasjatim.com, Kamis (25/6/2026).
Nata yang juga merupakan alumni kader GSNI Blitar menegaskan bahwa sejak awal berdiri, organisasi tersebut memiliki komitmen menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan semangat perjuangan kepada para pelajar.
“GSNI didirikan pada 2 Januari 1959 sebagai kawah candradimuka untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan semangat perjuangan di kalangan siswa,” katanya.
Ia berharap Kongres IV GSNI mampu menghasilkan langkah strategis yang memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman sekaligus membentuk karakter pelajar yang berjiwa nasionalis.
“Kami berharap melalui kongres ini, GSNI dapat mengambil peran yang lebih aktif sebagai bagian dari pembangunan generasi bangsa, khususnya di kalangan pelajar,” tuturnya.
Menurut DPD GPM Jatim, pemilihan Surabaya sebagai lokasi kongres juga memiliki makna historis. Kota Pahlawan dinilai merepresentasikan semangat perjuangan, keberanian, dan nasionalisme yang sejalan dengan nilai-nilai yang terus diperjuangkan GSNI.





