LINTASJATIM.com, Bondowoso – Forum Nahdliyin Youth Impact mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Gagasan tersebut mengemuka dalam forum diskusi yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Darul Falah, Bondowoso, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti sekitar 40 peserta. Mereka terdiri atas mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Darul Falah, pengurus BEM PTNU Jawa Timur, organisasi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), serta sejumlah unsur organisasi dan masyarakat lainnya.
Forum tersebut menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk merumuskan strategi peningkatan ekonomi masyarakat. Pembahasan difokuskan pada pengembangan potensi lokal, pemberdayaan sektor usaha produktif, dan penguatan akses permodalan.
Dalam kesempatan tersebut, Vice President Divisi Unit Usaha Syariah Bank Jatim, R. Wahyu Tedjasukmana, menyampaikan pentingnya kreativitas, kemandirian, dan kemampuan membaca peluang ekonomi bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Menurutnya, pengembangan usaha produktif membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keuangan, termasuk Bank Jatim. Sinergi tersebut dinilai dapat membuka peluang pengembangan usaha sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada bantuan pihak lain. Masyarakat perlu memiliki inisiatif untuk mengidentifikasi peluang, mengembangkan potensi, dan menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum tersebut adalah perlunya dukungan konkret terhadap pelaku UMKM melalui kemudahan akses pembiayaan. Usulan perluasan alokasi kredit UMKM dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat merintis, mempertahankan, dan mengembangkan usaha produktif.
Meski demikian, dukungan permodalan perlu dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan akses pemasaran.
Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan UMKM diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Forum Nahdliyin Youth Impact diharapkan tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan, lembaga keuangan, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, organisasi, pemerintah, dan sektor perbankan diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berbasis potensi lokal.
Dengan demikian, generasi muda Nahdliyin diharapkan tidak hanya menjadi pengamat persoalan ekonomi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai penggerak perubahan melalui gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.
Nahdliyin Youth Impact: Dari Gagasan Menuju Gerakan.





