LINTASJATIM.com, Bondowoso – Forum Nahdliyin Youth Impact menggelar bedah buku ‘Ekonomi Pancasila’ karya Dr. H. R. Djoni Sudjatmoko, S.E., M.M., Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WIB tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Kegiatan yang dipandu Imron Sadewo sebagai host ini diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas mahasiswa dan perwakilan sejumlah organisasi. Selain membahas gagasan ekonomi Pancasila, forum tersebut menjadi wadah diskusi kritis dalam merespons berbagai persoalan kebijakan ekonomi nasional.
Dalam pemaparannya, Dr. H. R. Djoni Sudjatmoko menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan.
“Ekonomi Pancasila harus kita tempatkan sebagai pijakan untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Diskusi juga mengulas hubungan antara sistem perekonomian Indonesia dan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam konteks kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program yang menjadi perhatian peserta adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini memunculkan beragam tanggapan dan perdebatan di tengah masyarakat.
Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya memastikan setiap kebijakan ekonomi berlandaskan keadilan sosial, keberpihakan kepada masyarakat, serta efektivitas penggunaan anggaran negara. Kebijakan publik perlu dievaluasi tidak hanya dari tujuan yang hendak dicapai, tetapi juga transparansi pelaksanaan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, forum tersebut turut membahas peran mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial, termasuk melalui aksi demonstrasi. Gerakan mahasiswa dinilai perlu melampaui kritik dan penolakan terhadap kebijakan pemerintah dengan menghadirkan kajian yang mendalam mengenai tata kelola anggaran serta distribusi bantuan.
Mahasiswa didorong untuk mengawasi alokasi anggaran bantuan bagi sektor pertanian dan peternakan. Hal itu mencakup penelusuran penerima manfaat hingga memastikan bantuan benar-benar menjangkau petani, peternak, dan masyarakat yang membutuhkan.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran menjadi aspek penting agar program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun argumentasi berbasis data, melakukan kajian anggaran, serta menyampaikan rekomendasi konstruktif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Melalui kegiatan bedah buku ini, Nahdliyin Youth Impact berupaya membangun tradisi intelektual yang kritis, partisipatif, dan berorientasi pada solusi. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam mengawal pembangunan ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
Ekonomi Pancasila tidak hanya menjadi gagasan normatif, tetapi juga landasan dalam memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran negara berpihak kepada rakyat. Prinsip transparansi, keadilan distribusi, dan keberpihakan terhadap sektor produktif masyarakat perlu menjadi perhatian dalam mengawal arah pembangunan ekonomi Indonesia.





